Menanggapi pemberlakuan RCEP (Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional) secara menyeluruh terhadap 15 negara penandatangan, jubir Kemenlu Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Rabu kemarin (14/6) menyatakan, hal ini menandakan bahwa kawasan perdagangan bebas dengan populasi terbanyak, skala ekonomi terbesar dan pembangunan paling berpotensi ini telah memasuki tahap baru pelaksanaan secara menyeluruh. RCEP akan menginjeksikan tenaga penggerak yang kuat untuk mendorong integrasi dan pembangunan regional.

Wang Wenbin mengatakan, RCEP adalah tonggak pencapaian dalam pembangunan terintegrasi kawasan Asia-Pasifik, sekaligus menjadi contoh nyata dari negara-negara regional yang bersama-sama berbagi peluang pembangunan di kawasan ini. Sejak RCEP diresmikan, perdagangan antar berbagai negara semakin erat, perdagangan regional menjadi kekuatan utama untuk menstabilkan dan mendorong pertumbuhan perdagangan luar negeri, kawasan ini pun menjadi kawasan pusat investasi global.

Wang Wenbin menunjukkan, baik pengurangan tarif, pendorongan fasilitasi perdagangan, maupun peningkatan transparansi kebijakan investasi dan pengurangan hambatan perdagangan teknik, semuanya mendatangkan kepentingan riil kepada para partisipan RCEP. Dengan Tiongkok sebagai contohnya, sebagai ekonomi terbesar dalam RCEP, volume total impor-ekspor Tiongkok dengan anggota RCEP lainnya mencapai 12,95 triliun Yuan RMB pada tahun 2022, meningkat 7,5 persen dari tahun 2021, realisasi investasi dari negara anggota RCEP lainnya sebesar 23,53 miliar dolar AS, meningkat 23,1 persen dari tahun 2021.

Wang Wenbin menekankan, RCEP telah berlaku secara menyeluruh, hal ini menunjukkan tuntutan kuat negara-negara regional untuk meningkatkan integrasi dan mewujudkan pembangunan bersama. Sebagai pendukung tegas liberalisasi dan fasilitasi perdagangan sekaligus partisipan penting kerja sama regional, Tiongkok bersedia terus bersama berbagai pihak terkait untuk mendorong pelaksanaan RCEP yang bermutu tinggi, menginjeksikan tenaga penggerak yang baru demi pemulihan ekonomi regional dan global.

Pewarta : CRI