Jakarta, Radio Bharata Online - Pada hari Jum'at (18/8) lalu, lebih dari 20 wartawan dari media regional dan internasional, termasuk dari Tiongkok dan Indonesia, hadir dalam acara Salon Media Tiongkok-ASEAN yang diadakan di kantor Kedutaan Besar Tiongkok untuk ASEAN di Menteng, Jakarta Pusat.
Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Hou Yanqi, memberikan pengarahan dan bertukar pandangan dengan pihak media mengenai kemajuan kerja sama Tiongkok-ASEAN di berbagai bidang sepanjang tahun ini dan harapan untuk pertemuan para pemimpin mengenai Kerja Sama Asia Timur yang akan datang.
Duta Besar Hou mengatakan bahwa pertemuan para pemimpin mengenai Kerja Sama Asia Timur yang akan diselenggarakan di Jakarta pada awal September mendatang telah menarik perhatian besar dari semua pihak, dan persiapannya sudah memasuki tahap penghitungan mundur. Tiongkok mendukung Indonesia, sebagai ketua bergilir ASEAN, dalam memajukan agenda prioritas di bawah tema "ASEAN Matters: Epicentrum of Growth", dan mengharapkan pertemuan tersebut berfokus pada dialog dan kerja sama, mendorong pembangunan dan kemakmuran, sehingga dapat menyuntikkan lebih banyak stabilitas dan kepastian ke dalam dunia yang sedang bergejolak.
Sebagai mitra strategis komprehensif ASEAN, Tiongkok telah melakukan segala upaya untuk mendorong implementasi proposal Presiden Xi Jinping untuk bersama-sama membangun rumah yang damai, aman dan terjamin, makmur, indah, dan bersahabat, mendukung kepemimpinan Indonesia, mendukung sentralitas dan pembangunan komunitas ASEAN, secara aktif mencari sinergi dengan agenda-agenda utama ASEAN, mendorong pemulihan kawasan yang berkelanjutan, serta mendorong perkembangan baru dalam hubungan Tiongkok-ASEAN.
Duta Besar Hou memberikan pengantar komprehensif mengenai dukungan Tiongkok terhadap pembangunan komunitas ASEAN dalam tiga pilar APSC, MEA, dan ASCC. Ia menyatakan bahwa rasa saling percaya politik antara Tiongkok dan ASEAN terus diperdalam dengan seringnya melakukan pertukaran tingkat tinggi. Tiongkok dan ASEAN menyelenggarakan kegiatan peringatan akbar untuk menandai peringatan 20 tahun aksesi Tiongkok ke Treaty of Amity and Cooperation atau TAC (Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara), untuk terus bersama-sama menjunjung tinggi dan mempromosikan semangat TAC, menjaga perdamaian abadi di kawasan ini. Tiongkok dan ASEAN merupakan mitra yang kuat dalam membangun kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan, dan telah bersama-sama mendorong integrasi regional.
Menurutnya, sejak awal tahun ini kedua belah pihak telah memberikan hasil yang baik, mencapai kinerja ekonomi yang luar biasa pada paruh pertama tahun ini, dengan perdagangan dan investasi yang terus mempertahankan momentum pertumbuhan, dan kerja sama di bidang energi baru, ekonomi digital, dan inovasi sains dan teknologi yang terus meningkat. Tiongkok telah dengan penuh semangat mendorong pertukaran dan kerja sama dengan ASEAN di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, pemuda, pengentasan kemiskinan, pariwisata, serta bidang pertukaran antarmasyarakat dan budaya lainnya, dengan pemulihan yang cepat dalam pertukaran antarmasyarakat, percepatan pemulihan industri pariwisata, dan partisipasi masyarakat lokal yang sangat termotivasi.
Dalam kesempatan ini Hou turut memperkenalkan Inisiatif Pembangunan Global (Global Development Initiative/GDI), Inisiatif Keamanan Global (Global Security Initiative/GSI) dan Inisiatif Peradaban Global (Global Civilization Initiative/GSI) yang diusulkan oleh Presiden Xi Jinping, dengan menekankan kesediaan Tiongkok untuk bekerja sama dengan negara-negara ASEAN guna membangun komunitas Tiongkok-ASEAN yang lebih dekat dengan masa depan bersama.
Ia juga menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kerja sama yang saling menguntungkan antara Prakarsa Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative (BRI) dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), serta tantangan internal dan eksternal yang dihadapi kawasan ini, serta isu Laut Tiongkok Selatan.