Yunnan, Radio Bharata Online - Polisi di Provinsi Yunnan, barat daya Tiongkok, berhasil mengungkap kasus narkoba dalam beberapa hari terakhir, menangkap 12 tersangka dan menyita 73 kg narkoba dalam prosesnya.
Polisi di pos pemeriksaan perbatasan di Kota Lincang, Yunnan, menemukan sebuah truk besar berwarna merah yang sarat dengan barang-barang yang sangat aneh saat melakukan pemeriksaan rutin pada tanggal 18 Juni 2023.
Saat diinterogasi oleh polisi, pengemudi truk menjawab dengan wajar dan lancar, kecuali untuk pertanyaan mengenai faktur. Ketika polisi membuka karung teh untuk diperiksa, mereka menemukan gumpalan obat yang mencurigakan yang disembunyikan di dalam teh, dan pengemudi mengaku tidak bersalah.
"Ketika kami memeriksa faktur pengiriman teh ini, kami menemukan bahwa informasi penerima barang tidak diketahui. Ketika kami bertanya kepada pengemudi, dia menjawab dengan ragu-ragu. Kami kemudian melakukan pemeriksaan di tempat, dan akhirnya menemukan beberapa karung di bagian belakang gerbong yang ditekan di bawah, dan beratnya berbeda dari karung-karung lainnya," kata polisi dari detasemen pengawasan perbatasan Lincang.
Polisi memutuskan untuk membentuk sebuah gugus tugas untuk menggali lebih dalam tentang geng perdagangan narkoba tersebut. Mereka pergi ke Shaodong di Hunan sesuai dengan informasi yang tertera pada tagihan logistik.
Dengan kerja sama dari kepolisian Hunan, satuan tugas dari Yunnan tiba di tempat pengiriman dan akhirnya menangkap tujuh orang tersangka dan menyita 126 kantong narkoba di dalam truk.
Lima tersangka lainnya yang bertanggung jawab atas alokasi, transfer dan pemuatan juga ditangkap pada hari yang sama di lokasi yang berbeda.
"Melalui operasi simultan di kedua tempat, kami menangkap ke-12 tersangka di Shaodong, Hunan dan Lincang, Yunnan," ujar seorang petugas polisi dari detasemen pengawasan perbatasan Lincang.
Hingga saat ini, total 12 tersangka telah ditangkap dalam kasus ini, 73,56 kg tablet metamfetamin telah disita, dan sebuah truk besar yang terlibat dalam kasus ini juga telah disita.
Menurut petugas kepolisian, Lincang memiliki lokasi geografis yang istimewa, berdekatan dengan Segitiga Emas yang terkenal dengan produksi dan perdagangan narkoba yang merajalela, dan selalu menjadi yang terdepan dalam menumpas kejahatan narkoba.
Pada paruh pertama tahun ini, detasemen tersebut telah mengungkap 49 kasus narkoba, menangkap 67 tersangka, menyita 1,17 ton berbagai jenis narkoba dan lebih dari 500 ton bahan kimia prekursor, yang secara efektif menjaga keamanan dan stabilitas wilayah perbatasan.