BEIJING, Radio Bharata Online - Wakil Presiden Tiongkok Han Zheng menghadiri upacara pembukaan Forum Perdamaian Dunia ke-11 di Universitas Tsinghua pada hari Minggu kemarin (2/7) dan menyampaikan sambutannya. Forum dihadiri lebih dari 400 tokoh mancanegara, termasuk mantan Presiden Brasil Dilma Rousseff selaku Gubernur Bank Pembangunan Baru, mantan Sekretaris Dewan Keamanan Federal Rusia dan mantan Menlu Indonesia Hassan Wirayuda.
Han Zheng menyatakan, menghadapi perubahan besar situasi internasional, Presiden Xi Jinping mengajukan serangkaian inisiatif termasuk inisiatif pembangunan global, inisiaitf keamanan global dan inisiatif peradaban global, yang terus memperpadat konotasi dan jalur praktik teori tentang pembentukan komunitas senasib sepenanggungan manusia, menyumbangkan kecerdasan dan solusi Tiongkok demi menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia, sehingga telah menginjeksikan energi positif yang kuat pada perdamaian dan pembangunan dunia. Tiongkok bersedia berupaya dengan berbagai negara untuk memelihara perdamaian dan keamanan dunia, bersama mewujudkan pembangunan dan kemakmuran global, bersama mengadakan pertukaran dan saling memperlajari peradaban, bersama berbagi hasil-hasil pembangunan, keamanan dan peradaban manusia.
Untuk itu, Han Zheng mengajukan empat butir prakarsa. Pertama, menjunjung prinsip bebas merdeka dan saling menghormati. Mendukung segala upaya yang mengusahakan demokrasi dan pembangunan secara mandiri, menghormati upaya yang dilakukan rakyat berbagai negara untuk menjajaki terwujudnya nilai di negeri masing-masing. Mendorong peradaban politik manusia terus berkembang demi membangun sebuah dunia yang indah dan beraneka ragam.
Kekdua, menyelesaikan konflik melalui dialog dan konsultasi. Masyarakat internasional terutama negara besar yang berpengaruh hendaknya mendorong negosiasi damai dan melakukan penengahan dengan bertolak dari keperluan dan keinginan setiap negara relevan, dalam rangka membangun rasa saling percaya melalui dialog, menyelesaikan konflik melalui dialog dan mendorong keamanan melalui dialog.
Ketiga, dengan teguh memelihara dan mempraktikkan multilateralisme. Mengambil pendirian dan kebijakan dengan bertolak dari sifat masalah untuk mendorong tata kelola global berkembang menuju keadilan.
Keempat, mendorong prinsip inklusif, bermanfaat bagi semua, saling menguntungkan dan menang bersama. Bersama-sama mendorong perkembangan global ke tahap baru yang seimbang, selaras dan inklusif, mendorong perkembangan dan kerja sama internasional, mendorong kesejahteraan rakyat negara peserta, memperkukuh perdamaian dunia melalui peningkatan fondasi masyarakat.
Han Zheng menekankan pula, moderniasi ala Tiongkok adalah modernisasi yang menempuh jalan pembangunan yang damai. Tiongkok dengan teguh menjadikan dirinya sebagai pemprakarsa, pembangun dan pemelihara perdamaian dunia, bersedia maju bersama dengan semua negara yang mencintai perdamaian dan mengupayakan pembangunan untuk menempuh jalan yang menuju perdamaian kekal dan keamanan yang merata, agar obor perdamaian dapat diwarisi secara turun-temurun. (CRI)