Abidjan, Bharata Online - Simposium tingkat tinggi tentang Pameran Impor Internasional Tiongkok atau China International Import Expo (CIIE) kesembilan diadakan di ibu kota Pantai Gading, Abidjan, pada hari Selasa (30/6) lalu, menyoroti peluang bagi bisnis Pantai Gading untuk memasuki pasar Tiongkok dan meningkatkan ekspor mereka.

Acara yang diselenggarakan bersama oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Pantai Gading dan Badan Ekspor Pantai Gading itu mempertemukan perwakilan dari Kementerian Perdagangan, Industri dan Kerajinan serta lembaga pemerintah Pantai Gading lainnya. Acara ini juga mengumpulkan produsen dan eksportir Pantai Gading terkemuka yang mengkhususkan diri dalam produk agro-pangan seperti turunan kopi, kakao, kacang mete, dan kacang kola, produk unggulan Pantai Gading.

Mulai 1 Mei, Tiongkok sepenuhnya menerapkan kebijakan tarif nol untuk 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengannya. Pada acara tersebut, para peserta menyambut baik peluang yang diberikan oleh kebijakan tarif nol Tiongkok dan partisipasi Pantai Gading dalam CIIE mendatang.

"Tahun ini, saya percaya peluangnya ada dua. Pertama, sejak 1 Mei, Tiongkok telah memberi kita akses bebas tarif ke pasar Tiongkok. Kedua, ini adalah kesempatan pertama bagi pelaku ekonomi kita untuk bertemu pembeli Tiongkok dan memastikan bahwa produk-produk Pantai Gading memiliki kehadiran yang kuat di pasar Tiongkok. Harapan kami adalah produk-produk kami akan masuk dan dikenal oleh pembeli Tiongkok," ujar Kaladji Fadiga, Direktur Jenderal Badan Ekspor Pantai Gading.

"Kacang kola tidak dikenal di Tiongkok. Kesempatan ini memungkinkan kami untuk memperkenalkan kacang kola dan bubuk kola kaya kafein kepada penduduk Tiongkok yang besar. Sekarang, Tiongkok akan tahu ada produk Pantai Gading menarik lainnya," kata Konate Karim, Eksportir Kacang Kola Pantai Gading.

Dalam sesi tersebut, Wu Jie, Duta Besar Tiongkok untuk Pantai Gading, menyoroti bahwa volume perdagangan antara Tiongkok dan Pantai Gading mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 7,42 miliar dolar AS (sekitar 133 triliun rupiah) pada tahun 2025. Ia juga menekankan bahwa partisipasi resmi Pantai Gading dalam CIIE merupakan bagian dari penguatan hubungan ekonomi yang berkelanjutan antara kedua negara.

"Untuk mendorong implementasi kebijakan tarif nol di Pantai Gading dan membantu perusahaan ekspor Pantai Gading untuk sepenuhnya mendapatkan manfaat darinya, Kedutaan Besar kami dan Badan Ekspor Pantai Gading telah membentuk mekanisme kerja bersama yang bernama 'Ekspor ke Tiongkok'. Di bawah mekanisme ini, tujuan prioritas kami tahun ini adalah untuk mendukung Pantai Gading dalam partisipasinya di CIIE, yang akan diadakan di Shanghai pada bulan November ini. CIIE adalah pameran dagang terbesar di dunia dan satu-satunya yang didedikasikan khusus untuk impor. Ini adalah platform profesional bagi produk asing yang ingin memasuki pasar Tiongkok," jelasnya.

Berkat kebijakan tarif nol, produk-produk Pantai Gading lainnya yang belum diekspor ke Tiongkok akan mendapatkan peluang baru. Untuk itu, Pantai Gading berencana mengirim lebih dari 50 perusahaan lokal ke CIIE mendatang di Shanghai.