BEIJING, Radio Bharata Onlline - Otoritas pertahanan di pulau Taiwan pada hari Selasa, melaporkan aktivitas 18 pesawat bomber H-6 dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Latihan ini adalah rekor tertinggi dalam hal serangan pembom PLA, dalam sebuah latihan di sekitar pulau Taiwan dalam satu hari.

Kelompok pengebom sebesar itu, dapat menghujani rentetan lebih dari 100 rudal yang tak terbendung, terhadap sasaran darat dan laut pada saat yang sama.

Pakar Militer di Tiongkok daratan pada hari Rabu mengatakan, latihan itu merupakan peringatan kuat, atas kolusi antara separatis Taiwan dan pasukan eksternal, pasca penjualan senjata AS baru-baru ini dan kunjungan pejabat Barat.

Sekitar 29 pesawat PLA dan tiga kapal angkatan laut PLA terdeteksi di sekitar pulau Taiwan dalam 24 jam antara Senin dan Selasa.  

Otoritas pertahanan Provinsi Taiwan dalam siaran pers Rabu mengatakan, di antara mereka, 18 bomber H-6 terpantau memasuki zona identifikasi pertahanan udara barat daya.

Ini adalah jumlah H-6 terbesar dalam periode 24 jam, sejak pulau itu mulai merilis data harian tentang aktivitas pesawat PLA di wilayah tersebut pada tahun 2020.

Tidak terungkap varian H-6 mana yang ikut serta dalam penerbangan tersebut. Song Zhongping, seorang ahli militer Tiongkok daratan, kepada Global Times pada hari Rabu mengatakan, bila diasumsikan bahwa mereka adalah tipe H-6K, yang masing-masing dapat membawa enam rudal, maka 18 unit H-6K dapat membawa 108 rudal sekaligus.

Menurut Song, tidak ada pertahanan, terhadap serangan saturasi dari begitu banyak rudal.

Pakar itu juga mengatakan, mereka dapat menargetkan objek diam di darat, atau target maritim yang bergerak.

Menurut laporan media, pesawat H-6K dapat membawa amunisi termasuk rudal jelajah CJ-20, dan rudal anti-kapal YJ-12.

Selama Airshow China 2022 yang diadakan di Zhuhai, Provinsi Guangdong, pada bulan November, diperlihatkan sebuah pembom H-6K dapat membawa rudal balistik jenis baru, yang secara luas diyakini sebagai rudal hipersonik. (Global Times)