Shenzhen, Radio Bharata Online - Lantaran suhu melonjak di banyak wilayah di Tiongkok, begitu pula dengan penjualan AC. Ya, alat pendingin itu menjadi pilihan populer bagi keluarga Tiongkok yang mencoba mengalahkan irama musim panas.

Di sebuah toko peralatan rumah tangga di Kota Shenzhen, Tiongkok selatan, toko AC dipenuhi pembeli. "(Yang lama) mengkonsumsi lebih banyak daya, jadi saya ingin membeli yang hemat energi," kata seorang pembelanja.

Manajer toko tersebut mengatakan penjualan AC sama panasnya dengan suhu. "Penjualan kami naik 38 persen di bulan Mei dari bulan lalu," ungkap Liu Dianjie, manajer toko peralatan rumah tangga.

Sementara itu, pembuat AC Tiongkok sedang mempersiapkan produksi terbaru untuk memenuhi permintaan yang melonjak akhir-akhir ini.

"Ini adalah musim produksi puncak bagi perusahaan kami. Pada waktu tersibuk kami, kami bekerja dalam shift ganda untuk memastikan produksi," kata Zhang Chuanfeng, kepala bengkel di sebuah perusahaan peralatan rumah tangga di Kota Zhuhai di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan.

Pembuat AC lain yang berbasis di Kota Qingdao di Provinsi Shandong, Tiongkok timur, mengatakan mereka mulai memperluas kapasitas produksinya pada April 2023 menjelang musim puncak.

"Produksi dijadwalkan sampai dua bulan dari sekarang. Pesanan cukup banyak," kata Wang Zhaoli, Deputy Manager Pabrik Air Conditioner.

Data dari firma riset All View Cloud yang berbasis di Beijing menunjukkan sekitar 17,78 juta unit AC dijadwalkan untuk memulai produksi di Tiongkok pada bulan Juni 2023, naik sekitar 38 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.