BEIJING, Radio Bharata Online - Badan Meteorologi Tiongkok pada hari Selasa mengumumkan, bahwa El Nino, sebuah fenomena iklim alami, telah tiba dan diperkirakan akan membawa cuaca yang lebih ekstrim ke Tiongkok.

Menurut Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA), El Nino kemungkinan akan terus berlanjut hingga musim dingin, dengan peluang 56 persen kejadian yang kuat pada puncaknya, dan 84 persen untuk setidaknya menjadi kejadian moderat.

Zhou Bing, kepala ahli dari departemen layanan meteorologi pemerintah, dalam acara untuk media pada hari Selasa menyatakan, bahwa kembalinya El Nino dapat menyebabkan rekor suhu tinggi pada tahun 2023 atau 2024, seperti yang pernah terjadi pada tahun 1850.

Namun dampak El Nino terhadap pola cuaca dan iklim di masa depan masih belum dapat dipastikan.

Zhou menjelaskan, jika menjadi peristiwa yang kuat pada puncaknya, ada kemungkinan besar untuk memecahkan rekor suhu. Bahkan sebagai peristiwa moderat, itu bisa melampaui rekor cuaca global terpanas pada tahun 2016.

Zhou juga mengatakan bahwa Tiongkok akan mengikuti perkembangan El Nino dengan cermat, untuk mengetahui bagaimana intensitasnya akan berubah.

Tiongkok, yang berada di bagian Utara Samudra Pasifik, akan mengalami beberapa anomali iklim global seiring dengan berkembangnya El Nino, seperti curah hujan yang lebih tinggi di bagian selatan, dan musim dingin yang lebih hangat.

El Nino adalah pola iklim yang terjadi secara alami, yang ditandai dengan menghangatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur.  

Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), el Nino biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun, dan berlangsung selama sembilan hingga 12 bulan.

Perkembangan El Nino diperkirakan akan berkontribusi pada pemanasan global. (Global Times)