Qingdao, Radio Bharata Online - Kota pelabuhan Qingdao di timur Tiongkok telah menggunakan algoritma data besar atau big data dan penghargaan untuk mendorong warga memilah sampah mereka dan menjalani gaya hidup berkelanjutan.
Sebagai salah satu dari 46 kota percontohan di Tiongkok yang mewajibkan pemilahan sampah rumah tangga, Qingdao mungkin bukan yang pertama menerapkan pemilahan sampah, tetapi daerah ini memiliki satu keunggulan dalam mengadopsi teknologi data besar untuk mengelola prosesnya, yakni sistem poin penghargaan.
Dalam inisiatif yang unik, warga di kota didorong untuk mengambil foto tong sampah mereka di rumah dan mengunggahnya melalui "aplikasi mini" yang berfungsi dalam aplikasi pesan instan WeChat.
Melalui aplikasi mini, sistem bertenaga kecerdasan buatan mengevaluasi praktik penyortiran dan menawarkan poin kepada pengguna yang dapat ditukarkan dengan kebutuhan sehari-hari.
"Ini memberi kami poin untuk mengunggah foto sampah yang telah dipilah dengan benar. Dan poin tersebut dapat ditukarkan dengan barang," kata Han Qinggang, warga setempat.
Sejak inisiatif tersebut diluncurkan pada September 2020 lalu, lebih dari 690.000 warga telah mengikuti program ini, dengan peserta harian mencapai 65.000 orang.
"Penduduk telah mengunggah total sekitar 23 juta foto selama beberapa tahun terakhir. Jumlah foto yang sangat banyak telah membantu melatih algoritma kami untuk meningkatkan tingkat pengenalan dari sedikit lebih dari 50 persen menjadi sekitar 95 persen," ungkap Wang Shuo, Kepala dari operator aplikasi.