Dilaporkan, Amerika Serikat (AS), Jepang dan Korea Selatan (Korsel) berencana untuk menghubungkan radar mereka guna melacak informasi waktu nyata rudal balistik Korea Utara (Korut). Mengenai hal ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Selasa kemarin (9/5) menunjukkan bahwa AS, Jepang dan Korsel dengan masalah Semenanjung Korea sebagai dalih meningkatkan kerja sama militer, hal itu tidak bermanfaat untuk meredakan sisa-sisa Perang Dingin, hanya akan meningkatkan risiko konfrontasi regional.
“Pertama-tama yang perlu saya sampaikan adalah, inti dari masalah Semenanjung Korea adalah masalah politik dan keamanan, dasarnya adalah sisa-sisa Perang Dingin yang masih ada, dan kurangnya mekanisme perdamaian. AS, Jepang dan Korsel dengan masalah Semenanjung Korea sebagai dalih meningkatkan kerja sama militer, hal ini tidak bermanfaat untuk meredakan sisa-sisa Perang Dingin dan mendorong proses mekanisme perdamaian Semenanjung Korea, namun hanya akan menambahkan risiko konfrontasi regional, merusak rasa saling percaya berbagai pihak yang rapuh sejak awal, dan merugikan kepentingan keamanan strategis negara lain. Jika karena hal tersebut keadaan Semenanjung Korea terperosok ke dalam konfrontasi yang tegang dan perlombaan senjata, maka pihak terkait memiliki tanggung jawab yang tak terelakkan,” ujar Wang Wenbin.
Wang Wenbin menegaskan bahwa dalam pertemuan Qingdao bulan Agustus tahun lalu, Menteri Luar Negeri Tiongkok dan Korsel telah mencapai kesepahaman mengenai penanganan masalah THAAD dengan baik, agar masalah ini tidak menjadi batu sandungan yang mempengaruhi perkembangan hubungan kedua negara, diharapkan pihak Korsel dapat terus menangani dan mengontrol masalah tersebut dengan baik berdasarkan kesepahaman kedua negara, agar hubungan kedua negara tidak mendapat gangguan dan pengaruh yang tidak perlu.
Pewarta : CRI