Forum Pembangunan Tibet Tiongkok 2023 digelar di Beijing pada tanggal 23 Mei kemarin. Sejumlah 150 tokoh yang datang dari 36 negara dan daerah mengadakan pertukaran yang luas dan mendalam, dan bersama-sama membagikan pengalaman baru mereka dalam mendorong HAM melalui pembangunan. Mereka mengapresiasi kemajuan baru yang dicapai Tibet di bidang perkembangan ekonomi, warisan budaya, pelestarian lingkungan dan perlindungan HAM.


 

Duta Besar Nepal untuk Tiongkok Bishnu Pukar Shrestha menyatakan, Nepal bertetangga dengan Daerah Otonom Tibet Tiongkok. Dewasa ini, tiga pelabuhan perdagangan, yaitu Zhangmu, Jilong dan Pulan telah beroperasi, sehingga hubungan antara rakyat Nepal dan masyarakat Tibet telah meningkat lebih lanjut. Pengalaman sukses Tibet di bidang pengentasan kemiskinan menjadi contoh yang baik bagi Nepal. Sementara itu, prestasi yang dicapai Tiongkok di bidang pelatihan tenaga berbakat, penerapan teknologi pertanian modern, serta rencana pembangunan pedesaan juga mempunyai pengaruh yang besar bagi Nepal. Nepal berharap dapat mengintensifkan kerja sama di berbagai bidang dengan Tiongkok di masa depan.

 

 

Direktur Kantor Berita Nasional Pakistan untuk Beijing, Muhammad Asghar menyatakan, Tiongkok telah mencapai kemajuan signifikan dalam pengentasan kemiskinan, dan telah menanam sejumlah besar modal di Tibet dan daerah-daerah miskin lainnya, upaya tersebut untuk membantu Tibet menciptakan peluang kerja dan peluang ekonomi yang baru, dan juga bermanfaat untuk mengurangi kemiskinan di daerah tersebut. Pakistan merupakan teman dan mitra kerja sama komprehensif segala cuaca Tiongkok, juga adalah negara berkembang. Perjanjian kerja sama menyeluruh yang ditandatangani Pakistan dan Tiongkok, yakni Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan telah menjadi program flagship Inisitif Sabuk dan Jalan. Kerja sama di bidang teknologi informasi, pertanian dan kesejahteraan telah menjadi bagian dari kerangka Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan. Pakistan dapat belajar banyak dari pola pengentasan kemiskinan Tiongkok yang telah sukses, dan menerapkannya di negaranya sendiri.

 


 

Vikash Kumar Singh yang berasal dari India adalah seorang dosen di Universitas Bahasa Asing Beijing (BFSU). Menurutnya, aksara Tibet, peninggalan budaya dan buku-buku kuno, serta tradisi dan kebebasan beragama di Tibet semuanya telah mendapatkan perlindungan secara penuh. Beberapa tahun ini, pemerintah setempat Tibet berturut-turut mengadakan pameran peninggalan budaya Tibet di Jepang, Prancis, Italia dan Argentina. Selama merayakan tahun baru kalender Tibet dan Festival Shoton, jutaan masyarakat Tibet berkumpul dan beribadah di kuil-kuil. Usaha HAM di daerah Otonom Tibet sedang terus berkembang maju.

Pewarta : CRI