Beijing, Radio Bharata Online - Industri energi baru global masih menghadapi kapasitas yang tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan produk energi baru yang terus meningkat karena dunia sedang mengejar transformasi hijau, ujar Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok (Ministry of Commerce/MOC) pada hari Kamis (16/5) ketika menjelaskan mengapa tuduhan Barat bahwa Tiongkok memiliki "kapasitas berlebih" yang mempengaruhi pasar energi baru global tidak beralasan.

Pada sebuah konferensi pers di Beijing, He Yadong, Juru Bicara MOC Tiongkok, mengecam klaim tersebut, mencatat bahwa penawaran dan permintaan adalah dua aspek dasar dari hubungan internal ekonomi pasar berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi pasar, dan masalah penawaran dan permintaan harus dilihat dari perspektif global, daripada fokus pada satu negara.

"Dari perspektif praktik perdagangan internasional, kemunculan dan perkembangan perdagangan internasional adalah pembagian kerja dan kerja sama antar negara berdasarkan keunggulan komparatif mereka. Dengan demikian, efisiensi dan kesejahteraan ekonomi global akan meningkat secara efektif. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa, dan Jepang telah lama mengekspor produk dalam jumlah besar ke seluruh dunia. Sekitar 80 persen dari chip yang diproduksi oleh AS adalah untuk ekspor. Sementara sekitar 80 persen dan 50 persen mobil yang diproduksi di Jerman dan Jepang masing-masing untuk diekspor. Pesawat terbang yang diproduksi oleh Boeing dan Airbus juga diekspor dalam jumlah besar. Namun, Tiongkok hanya mengekspor 1,2 juta kendaraan listrik, terhitung 12,7 persen dari total produksinya. Jadi tidak adil untuk mengatakan bahwa ekspor dari Amerika Serikat, Eropa dan Jepang adalah wajar, sementara menuduh ekspor produk energi baru Tiongkok kelebihan kapasitas," katanya.

Dalam hal tren pengembangan industri, transisi hijau dan rendah karbon adalah tren yang tak terbendung. Dengan meningkatnya transisi hijau global, permintaan untuk produk energi baru akan terus meningkat.

"Secara keseluruhan, industri energi baru global masih dalam tahap awal perkembangan yang pesat, oleh karena itu alih-alih mengalami kelebihan kapasitas, sektor ini justru kekurangan kapasitas yang memadai," katanya.