BEIJING, Radio Bharata Online - Tiongkok belum lama ini meluncurkan kapal Yinmahu yang berfungsi sebagai kapal induk pengangkut kapal perang. Kapal Yinmahu dapat mengangkut kapal perang yang sangat besar dengan bobot 100.000 ton.
Televisi Tiongkok menayangkan cuplikan pertama proses kapal Yinmahu mengangkut kapal perang. Yinmahu sendiri beroperasi berdasarkan dok kering, dan diklasifikasikan sebagai anjungan bawah air yang berat. Ketika beroperasi badan kapal Yinmahu tenggelam sampai kedalaman tertentu. Sedangkan kapal perang yang akan diangkut berlabuh di lokasi yang telah ditentukan.
Kemudian, kapal Yinmahu mengapung kembali ke posisi semula sehingga kapal perang hendak diangkut tepat berada di atas dek. Proses ini melibatkan teknologi tinggi yang unik, untuk memindahkan kapal perang berbobot besar di tengah laut. Pakar militer mengatakan kapal Yinmahu berfungsi untuk menarik kapal perang yang membutuhkan perbaikan, peningkatan, atau pemeliharaan.
Selain itu Yinmahu juga berfungsi untuk mengantarkan kapal perang dari satu titik ke tujuan lain, sambil melakukan perbaikan selama pengiriman. Fungsi ini kapal Yinmahu sangat menghemat banyak waktu dan juga menghemat banyak biaya. Apalagi kapal Yinmahu mampu membawa kapal perang dengan bobot 100.000 ton, sebagai perbandingan, kapal induk Tiongkok Liaoning berbobot 70.500 ton.
Sebagai informasi, Yinmahu bukanlah kapal pertama yang beroperasi di Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok. Platform sejenis pertama yang diluncurkan Tiongkok pada 2015 diberi nama Donghaidao.
Tiongkok sendiri hingga saat ini masih terus meningkatkan ukuran armada angkatan lautnya, terbaru Tiongkok meluncurkan kapal induk Fujian yang berbobot sekitar 80.000 ton. Kapal induk Fujian, yang namanya diambil dari salah satu provinsi terbesar di Tiongkok, merupakan kapal induk ketiga dalam Angkatan Laut Tiongkok. Televisi Tiongkok menyebut teknologi kapal induk Fujian semua berasal dari dalam negeri. (Defense News)