Guangzhou, Bharata Online - Sistem pengenalan bahasa isyarat yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) akan menawarkan kemudahan yang lebih baik bagi para peserta Pesta Olahraga Nasional Penyandang Disabilitas ke-12 dan Olimpiade Khusus Nasional Tiongkok ke-9 mendatang.

Dikembangkan oleh Voibook, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Kota Guangzhou, Tiongkok selatan, sistem pengenalan ini telah diintegrasikan ke dalam aplikasi layanan acara olahraga akbar tersebut. Sistem ini memungkinkan penyandang disabilitas pendengaran untuk memahami komentar secara langsung, menanyakan arah lokasi acara, dan mengakses layanan penerjemahan bahasa isyarat jarak jauh hanya dengan satu sentuhan tombol.

"Teknologi kami menyediakan dukungan komunikasi tanpa hambatan bagi para atlet penyandang disabilitas pendengaran yang berpartisipasi. Kami akan terus mengoptimalkan dan memperbarui algoritma kami, dengan fokus pada peningkatan akurasi dan kecepatan respons pengenalan AI," ujar Pendiri Voibook, Shi Chengchuan.

Shi sendiri juga memiliki gangguan pendengaran. Ia dan timnya telah mengembangkan aplikasi telepon penerjemah bahasa isyarat, perangkat penerjemah bahasa isyarat, jam tangan penerjemah suara, dan sistem teks terjemahan suara, yang kini digunakan di berbagai tempat umum seperti pusat layanan pemerintah, rumah sakit, dan sekolah.

"Kemajuan teknologi menghadirkan peluang luar biasa bagi penyandang disabilitas. Contohnya saya—setelah kehilangan pendengaran di masa kecil, saya tak pernah membayangkan suatu hari nanti saya bisa berkomunikasi dengan orang lain tanpa hambatan," ujar Shi.