BEIJING, Radio Bharata Online - Sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, negara ini telah berkomitmen untuk membangun jaringan transportasi yang kuat, menghubungkan desa-desa terpencil dengan metropolis yang sibuk, dan memfasilitasi kelancaran pergerakan orang dan barang.
Dalam upaya terbaru untuk meningkatkan konektivitas regional, Tiongkok mengoperasikan dua bagian kereta api di Guangdong-Hong Kong-Macao Greater Bay Area pada bulan Mei, menandai pembukaan rute kereta api antarkota terpanjang di wilayah tersebut.
Jalur sepanjang 258 kilometer, yang menghubungkan kota-kota seperti Huizhou, Dongguan, Guangzhou, Foshan dan Zhaoqing, menegaskan dedikasi negara ini untuk meningkatkan transportasi di hamparannya yang luas.
Dari infrastruktur yang kurang berkembang hingga jaringan yang luas, sektor transportasi Tiongkok kini telah berkembang menjadi sistem multi-moda, dan terintegrasi dalam 75 tahun terakhir, menampilkan konektivitas domestik dan internasional yang tinggi.
Kereta api Tiongkok menetapkan rekor baru dalam perjalanan penumpang kereta api harian, dengan lebih dari 21 juta perjalanan penumpang ditangani pada hari Selasa, hari pertama liburan Golden Week, sekaligus menyoroti kapasitas dan kehandalan negara yang mengesankan.
Adapun infrastruktur jalan juga tetap menjadi moda transportasi paling populer. Dan jaringan jalan di Tiongkok telah menyaksikan pertumbuhan yang luar biasa. Dari hanya 80.700 kilometer pada hari-hari awal ketika negara itu didirikan, kini total panjang jalannya telah melonjak menjadi lebih dari 5,4 juta kilometer.
Tiongkok saat ini memiliki jaringan kereta api tersibuk di dunia, membentang lebih dari 160.000 kilometer. Ini merupakan lompatan fenomenal dari sarana jalan kereta api, yang hanya sepanjang 21.000 kilometer ketika negara itu didirikan.
Sekarang, Tiongkok telah mempromosikan penggunaan kendaraan energi baru, dengan data menunjukkan bahwa lebih dari 530.000 bus listrik, dan 1 juta kendaraan logistik beroperasi di daerah perkotaan pada akhir 2023.
Kendaraan energi baru (NEV) telah mendapatkan popularitas besar di kalangan pemilik mobil. Data industri menunjukkan bahwa tingkat penetrasi NEV di negara ini mencapai 44,8 persen pada bulan Agustus, yang berarti bahwa dua dari setiap lima mobil yang dijual di Tiongkok, sekarang didukung oleh energi baru. (Xinhua)