BEIJING, Radio Bharata Online – Tiongkok telah menyatakan ketidakpuasan yang kuat dan penentangan tegas, atas fitnah jahat Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, tentang catatan hak asasi manusia Tiongkok selama kunjungannya ke AS. Dia menyindir bahwa produksi lithium Tiongkok, menggunakan apa yang disebut tenaga kerja paksa. Juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Kanada pada hari Sabtu menegaskan, ini adalah sebuah tuduhan yang sama sekali tidak berdasar.
Penolakan keras kedutaan besar Tiongkok, berasal dari kampanye kotor Trudeau dalam sebuah pidato di New York pada hari Jumat, dimana tanpa memberikan bukti apapun, dia menyatakan bahwa kemampuan Tiongkok untuk menjadi produsen lithium terbesar di dunia, terkait dengan kerja paksa.
Juru Bicara Kedutaan Besar mengatakan, upaya politisi Kanada untuk mengaitkan produksi lithium Tiongkok dengan 'kerja paksa,' pada dasarnya adalah manipulasi politik dan penindasan ekonomi dengan kedok hak asasi manusia. Tujuannya adalah untuk merusak kemakmuran dan stabilitas Tiongkok, serta mengekang pembangunan Tiongkok.
Pernyataan tidak berdasar politisi Kanada itu, sama saja dengan maling teriak maling.
Tuduhan yang tidak masuk akal seperti kerja paksa, sepenuhnya merupakan cerminan dari kesalahan AS, Kanada, dan beberapa negara Barat lainnya.
Kedutaan Besar Tiongkok di Kanada mengungkapkan bahwa dari tahun 1525 hingga 1866, lebih dari 12,5 juta orang Afrika diperdagangkan ke Amerika untuk melakukan kerja paksa. Dan sampai saat ini, AS masih menjadi pusat bencana utama kerja paksa.
Institusi akademis di AS telah melaporkan bahwa saat ini ada lebih dari 500.000 orang yang hidup dalam perbudakan modern di AS.
Kanada tidak lebih baik, karena banyak orang kulit hitam dan penduduk asli telah dipaksa menjadi budak selama satu abad terakhir. Beberapa kota bahkan melakukan lelang budak. Pada saat yang sama, penganiayaan terhadap anak-anak Aborigin, rasisme sistemik, anti-Muslim, anti-Afrika, anti-Asia, dan diskriminasi agama dan ras lainnya sering terjadi di Kanada. (Global Times)