BEIJING, Radio Bharata Online - Tiongkok pada Selasa (27/9/2022) merilis laporan investigasi baru yang mengungkap bukti tambahan yang menunjukkan bahwa Badan Keamanan Nasional (National Security Agency atau NSA) Amerika Serikat (AS) diduga berada di balik "ribuan serangan siber" terhadap sebuah universitas Tiongkok.

Dilaporkan Xinhua, para pakar Tiongkok dibantu dukungan teknis dari sejumlah negara Eropa dan Asia Tenggara, berhasil menelusuri kembali fitur teknis, senjata serangan, dan jalur yang digunakan dalam serangan siber terhadap Northwestern Polytechnical University China, menurut laporan yang diterbitkan oleh Pusat Respons Darurat Virus Komputer Nasional Tiongkok melalui kolaborasi bersama perusahaan keamanan internet, 360.

Laporan tersebut menyebut mereka menemukan bahwa serangan tersebut berasal dari kantor Tailored Access Operation (TAO) yang terafiliasi dengan NSA, yang mengungkap celah teknis dan kesalahan operasionalnya sendiri selama serangan itu.

Penyelidikan sebelumnya menemukan bahwa 41 jenis senjata siber digunakan oleh TAO dalam serangan siber terhadap universitas itu yang belum lama ini terungkap.

Bersembunyi di server operasi dan pemeliharaan universitas, TAO mencuri beberapa fail konfigurasi utama dari peralatan jaringan, yang digunakan untuk "secara valid" memantau sekumpulan peralatan jaringan dan pengguna internet.

Tim investigasi Tiongkok menemukan bahwa TAO merekam informasi pribadi beberapa orang dengan identitas yang sensitif di Tiongkok Daratan. Informasi tersebut dikirim kembali ke markas NSA melalui beberapa jump server.

Laporan itu mengatakan identitas sebenarnya dari 13 penyerang telah ditemukan.

Mengungkap serangan siber AS terhadap universitas Tiongkok secara terperinci, laporan tersebut dirilis untuk memberikan wawasan kepada negara-negara di seluruh dunia agar mereka dapat mengidentifikasi dan mencegah serangan dunia maya oleh TAO dengan lebih efektif.