BEIJING, Radio Bharata Online - Juru bicara pertahanan Tiongkok pada hari Senin mendesak Amerika Serikat untuk memenuhi komitmennya, dan mematuhi Konvensi Senjata Kimia (KSK) dengan mengambil tindakan nyata.
Tan Kefei, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok, menyampaikan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers saat menanggapi klaim AS, yang akan menghancurkan persediaan senjata kimianya pada musim gugur tahun ini.
Tan mengatakan, bahwa sejak KSK diberlakukan 26 tahun yang lalu, lebih dari 99 persen stok senjata kimia dunia telah dimusnahkan. Tujuh dari delapan negara yang menyatakan memiliki persediaan senjata kimia, telah menyelesaikan pemusnahan senjata kimia mereka.
Sesuai dengan ketentuan Konvensi, pemusnahan senjata kimia yang ditimbun, harus diselesaikan dalam waktu 10 tahun sejak disahkannya Konvensi tersebut pada tahun 1997.
Tan juga mengatakan, proses pemusnahan senjata kimia yang ditinggalkan Jepang di Tiongkok, sangat tertinggal. Dan rencana pemusnahannya telah terlambat beberapa kali.
Tiongkok mendesak Jepang untuk meningkatkan rasa urgensi, dan meningkatkan tindakan untuk memastikan pemusnahan awal senjata kimia yang ditinggalkan ini, dengan cara yang bersih dan menyeluruh. (CGTN)