BEIJING, Radio Bharata Online - Tiongkok pada bulan Oktober mendatang akan menjadi tuan rumah Kongres Dunia Asosiasi Internasional untuk Perlindungan Kekayaan Intelektual (AIPPI), untuk pertama kalinya sejak asosiasi tersebut dibentuk 127 tahun yang lalu.

Acara tersebut dijadwalkan berlangsung dari tanggal 19 hingga 22 Oktober, di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang Tiongkok timur, diperkirakan akan menarik 1.500 delegasi dari lebih dari 80 negara dan wilayah.

Zhao Ping, juru bicara Dewan Tiongkok untuk Promosi Perdagangan Internasional, pada konferensi pers hari Kamis mengatakan, dipilihnya sebagai tuan rumah pada Kongres Dunia AIPPI 2024, mencerminkan pengakuan internasional atas komitmen Tiongkok terhadap perlindungan kekayaan intelektual.  Zhao berharap bahwa acara tersebut, akan mendorong pertukaran dan kerja sama antara Tiongkok dan komunitas internasional, di bidang perlindungan kekayaan intelektual.

Tiongkok terus memperkuat perlindungan kekayaan intelektualnya untuk mendorong inovasi, dan membangun lingkungan bisnis yang lebih baik.

Berkat upaya yang solid untuk menindak segala bentuk pelanggaran hak kekayaan intelektual, Tiongkok telah melaporkan pertumbuhan pesat, baik dalam jumlah paten maupun perdagangan kekayaan intelektual, dalam beberapa tahun terakhir.

Tiongkok memegang sekitar 4,02 juta paten penemuan dalam negeri yang sah pada akhir tahun 2023, menjadikannya negara pertama di dunia yang melampaui angka 4 juta.

Dari tahun 2013 hingga 2023, rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan total perdagangan royalti kekayaan intelektual Tiongkok, adalah 9,4 persen.  Dan tahun lalu, total volume perdagangan royalti kekayaan intelektual mencapai 53,7 miliar dolar AS.

AIPPI adalah salah satu organisasi Hak Kekayaan Intelektual internasional non-pemerintah yang pertama. Kongres Dunia AIPPI diadakan setiap tahun, dan telah menjadi salah satu pertemuan yang paling banyak dihadiri dan berpengaruh di bidang Kekayaan Intelektual. (bastillepostglobal)