BEIJING, Radio Bharata Online - Hanya dalam satu menit saja, barang senilai ratusan juta Yuan telah mengalir antar berbagai negara, sekaligus membentuk jaringan perdagangan yang raksasa.
Namun pengalirannya tidak selalu lancar dan bebas hambatan. Perbedaan dari peraturan dan standar serta hambatan buatan bagaikan ambang batas yang tidak terlihat, sehingga menghambat pengalirannya.
Demi pembangunan bersama ‘Sabuk dan Jalan’ (B&R), bagaimana memperlancar jalur ekonomi dan perdagangan agar lautan globalisasi dapat mengalir tak berhent-hentii?
Pada tanggal 26 April 2019, Presiden Xi Jinping menyampaikan pidato di depan upacara pembukaan Forum Puncak Kerja Sama Internasional B&R Ke-2: “Kita hendaknya mendorong liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi, dengan sikap tegas menentang proteksionisme, dan mendorong globalisasi ekonomi berkembang ke arah yang lebih terbuka, inklusif, seimbang dan saling menguntungkan.”
Menghilangkan hambatan, berkomunikasi dan maju bersama. Tiongkok bergandengan tangan dengan negara-negara pembangun bersama B&R memperkuat “konektivitas lunak” kebijakan dan peraturan guna mendorong liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi.
Markus Bangen, CEO Duisburger Hafen AG: "Pertama kalinya kami mendengar seseorang datang dari Tiongkok dengan kereta api. Menurut saya hal ini menarik, apakah dia gila?"
Tiongkok telah menjalin mekanisme kerja sama baru dengan negara-negara di sepanjang jalur kereta api sehingga mempercepat pengembangan kereta ekspres Tiongkok-Eropa. Jalur-jalur KA Tiongkok-Eropa yang baru dibangun ke arah barat, telah menjangkau lebih dari 210 kota di 25 negara Eropa. Di sebelah Timur, jalur KA tersebut menghubungkan lebih dari 110 kota di Tiongkok.
Selama 10 tahun ini, terobosan sistem menghasilkan inovasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perdagangan. Ekspo Impor Internasional Tiongkok (CIIE), yang lahir berkat inisiatif B&R, sukses diselenggarakan. Ini merupakan pameran nasional bertema impor pertama di dunia.
John Ross, mantan direktur Kantor Kebijakan Ekonomi dan Bisnis London: "Tiongkok adalah negara yang sangat bertanggung jawab. Dengan menyelengarakan CIIE, Tiongkok menunjukkan kepada dunia tekadnya untuk mengembangkan perdagangan bilateral."
Dalam waktu 10 tauh ini, memperlancar peraturan ekonomi dan perdagangan, mendorong peresmian RCEP sebagai kawasan perdagangan bebas terbesar di dunia. Di bawah inisiatif B&R, Tiongkok dan para anggota RCEP telah mengintegrasikan peraturan perdagangan kelimabelas negara, bersama-sama membuka pasar, menghilangkan hambatan, dan mendatangkan kemakmuran baru di kawasan.
Kini, jumlah buah-buahan ASEAN di meja warga Tiongkok telah meningkat menjadi 73 jenis dari 53 jenis pada sepuluh tahun lalu.
Kini, kendaraan energi baru Tiongkok mempercepat laju untuk masuk ke ASEAN, dan secara diam-diam mengubah gaya hidup masyarakat.
Pembangunan bersama B&R membuat perdagangan lebih lancar. Sejak tahun 2013, volume total impor dan ekspor antara Tiongkok dan negara-negara B&R telah mencapai 19,1 triliun dolar AS, dengan meningkat rata-rata 6,4 persen per tahun. Hal ini telah membuka ruang baru bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan serta menghubungkan kehidupan indah semakin banyak orang. [CRI]