Beijing, Radio Bharata Online - Memerangi Gerakan Islam Turkistan Timur (Eastern Turkistan Islamic Movement/ETIM) merupakan perhatian utama Tiongkok dalam kontra-terorisme dan juga merupakan tanggung jawab bersama masyarakat internasional, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, pada hari Kamis (8/2).
Pekan lalu, pemerintah Turki menangkap 25 tersangka yang terkait dengan kasus penembakan di sebuah gereja di Istanbul. Salah satu tersangka adalah mantan warga negara Tiongkok yang telah menjadi warga negara Turki, dan terkait dengan ETIM dan ISIS.
Ketika ditanya mengenai kasus ini dalam sebuah konferensi pers di Beijing, Wang mengatakan bahwa kegiatan teroris ETIM telah sangat membahayakan keamanan dan stabilitas negara dan wilayah terkait.
"Dalam beberapa tahun terakhir, Gerakan Islam Turkistan Timur telah secara aktif terlibat dalam kegiatan teroris di negara dan wilayah terkait, yang tidak hanya secara serius mengancam kepentingan dan keamanan luar negeri Tiongkok, tetapi juga sangat membahayakan keamanan dan stabilitas negara dan wilayah terkait. Terorisme adalah musuh bersama umat manusia, dan laporan yang relevan sekali lagi menunjukkan bahwa ETIM adalah organisasi teroris yang menyebabkan kerusakan serius. Memerangi ETIM adalah perhatian utama Tiongkok dalam kontra-terorisme, dan juga tanggung jawab bersama masyarakat internasional," kata Wang.
"Tiongkok bersedia untuk memperkuat kerja sama kontra-terorisme dengan komunitas internasional, termasuk Turki, untuk secara tegas menindak ETIM dan bersama-sama menjaga keamanan dan stabilitas internasional dan regional," katanya.