Libreville, Bharata Online - Presiden Gabon, Brice Clotaire Oligui Nguema, menegaskan kembali komitmen teguh negaranya terhadap prinsip "Satu Tiongkok" dan menyambut baik kebijakan nol tarif Tiongkok bagi 53 negara Afrika. Hal ini disampaikan dalam sebuah wawancara menjelang kunjungan kenegaraannya ke Tiongkok pada tanggal 3 hingga 7 November 2026.

Dalam wawancara dengan China Media Group (CMG) tersebut, Nguema juga menyatakan kesediaannya untuk berupaya memperdalam kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral antara negaranya dengan Tiongkok, serta memperluas kapasitas produksi Gabon.

Tiongkok dan Gabon secara resmi menjalin hubungan diplomatik pada 20 April 1974. Nguema menuturkan bahwa sejak hubungan diplomatik tersebut terbentuk, kerja sama antara kedua negara terus berkembang semakin dalam.

"Gabon senantiasa berpegang teguh pada prinsip satu Tiongkok. Kami secara konsisten mengakui bahwa hanya ada satu Tiongkok di dunia, dan Gabon mendukung Tiongkok yang kuat, bersatu, dan utuh. Generasi kami kini meneruskan sejarah persahabatan ini. Tanggung jawab kami adalah menjaga pencapaian kerja sama yang telah diraih oleh kedua negara, dan yang lebih penting, memberikan substansi baru ke dalam kemitraan ini," ujarnya.

Mulai 1 Mei 2026, Tiongkok menerapkan kebijakan nol tarif secara penuh bagi 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok. Nguema memberikan tanggapan positif terhadap kebijakan ini.

"Saya yakin kebijakan yang diterapkan oleh Tiongkok ini memberikan manfaat, baik bagi Gabon maupun seluruh Afrika. Tiongkok telah menerapkan kebijakan nol tarif secara penuh untuk 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengannya. Ini merupakan langkah penting yang mendukung pembangunan Afrika. Saya mengagumi visi Presiden Tiongkok, Xi Jinping," katanya.

Nguema menyampaikan bahwa Gabon berharap dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan produksi dan ekspor komoditas seperti minyak kelapa sawit, kopi, dan kakao, serta menarik lebih banyak perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di Gabon guna membantu negara tersebut meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan industri pengolahan.

Terkait dengan penyelenggaraan China International Import Expo (CIIE) kesembilan yang tengah berlangsung di Shanghai, Nguema menekankan pentingnya ajang tersebut bagi Gabon.

"Saya akan pergi ke Shanghai, dan Gabon juga akan berpartisipasi dalam pameran ini. Saya berharap para pelaku bisnis, wirausahawan, dan praktisi pertanian asal Gabon dapat berpartisipasi secara aktif serta menampilkan produk dan hasil kerja mereka. Ini adalah kesempatan yang patut dimanfaatkan. Pada saat yang sama, kami juga berharap dapat menggunakan pameran ini untuk menarik lebih banyak investor Tiongkok agar datang ke Gabon, melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi produksi setempat, serta bersama-sama mengkaji cara untuk meningkatkan kapasitas produksi, membangun lebih banyak pabrik, dan mempromosikan produk-produk Gabon ke pasar Tiongkok," ungkapnya.

Pameran Impor Internasional Tiongkok (CIIE) kesembilan akan berlangsung di Shanghai dari tanggal 5 hingga 10 November 2026. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2018, CIIE telah menjadi ajang untuk menampilkan paradigma pembangunan baru Tiongkok, sarana bagi keterbukaan berstandar tinggi, serta barang publik bagi dunia.