Beijing, Radio Bharata Online - Tim ilmuwan Tiongkok telah mengidentifikasi sejenis mineral yang diperkaya dengan air dalam struktur molekulnya dalam sampel bulan yang diambil oleh Chang'e-5.
Semakin banyak bukti yang menunjukkan keberadaan air atau es air di permukaan bulan, tetapi kemungkinan besar dalam bentuk gugus hidroksil.
Kini, para ilmuwan yang dipimpin oleh Institut Fisika di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok telah menemukan mineral terhidrasi yang mengandung hingga enam molekul air kristal.
Menurut sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy, molekul air memiliki berat sekitar 41 persen dari total massa.
Para peneliti mengatakan penemuan ini menandakan deteksi langsung pertama molekul air dalam regolith bulan, yang mengungkap bentuk sebenarnya dari molekul air dan amonium di permukaan bulan.
Struktur dan komposisi mineral tersebut sangat mirip dengan mineral yang ditemukan di dekat gunung berapi di bumi. Menurut penelitian tersebut, pada saat yang sama, kontaminasi terestrial atau emisi roket telah dikesampingkan sebagai asal hidrat ini.
Temuan itu telah mengungkap bentuk potensial tempat molekul air mungkin ada di permukaan bulan, yakni garam terhidrasi. Tidak seperti es air yang mudah menguap, hidrat ini sangat stabil di wilayah bulan yang berada di garis lintang tinggi, bahkan di wilayah yang terkena sinar matahari.
Asal usul dan bentuk kimia air bulan masih sulit dipahami, meskipun telah dilakukan penelitian laboratorium yang ekstensif terhadap sampel bulan yang dikumpulkan oleh misi Apollo NASA sejak tahun 1960-an dan 1970-an.
Para peneliti mengatakan penemuan Tiongkok membuka kemungkinan baru untuk pengembangan dan pemanfaatan sumber daya air bulan di masa mendatang.
Pemanfaatan sumber daya in-situ di bulan akan menjadi dasar untuk membangun stasiun bulan jangka panjang. Tiongkok bermaksud membangun model dasar stasiun penelitian bulan internasional pada tahun 2035.