Davos, Radio Bharata Online - Mantan Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, menolak dengan tegas narasi bahwa ekonomi Tiongkok telah "mencapai puncaknya". Ia mendorong para peserta Davos untuk mempertimbangkan gejolak yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar konsumen negara tersebut.

Berbicara dalam sebuah presentasi bersama oleh China Global Television Network (CGTN) dan Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) ke-54 di Davos, Swiss pada hari Selasa (16/1), Rudd menjabarkan pandangannya mengenai apa yang ia lihat sebagai prospek ekonomi Tiongkok yang masih solid.

"Saya tidak pernah benar-benar menerima tesis yang Anda lihat ditulis di berbagai belahan dunia mengenai 'Puncak Tiongkok', bahwa entah bagaimana ekonomi Tiongkok mencapai puncaknya, melambat dan kemudian menuju ke arah yang lebih buruk. Dan alasan saya menganalisisnya dengan istilah-istilah tersebut adalah karena Anda tidak perlu berkunjung ke Tiongkok ratusan kali selama empat puluh tahun untuk menyimpulkan bahwa konsumen Tiongkok adalah penjamin terbaik bagi masa depan ekonomi Tiongkok. Selama konsumen Tiongkok memiliki kepercayaan diri di masa depan, maka ekonomi akan terus tumbuh dengan baik. Itu adalah fakta utama, dan ingat, skala pasar konsumen Tiongkok belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah ekonomi global," katanya.

Pada sebuah konferensi pers di Beijing pada hari Kamis (18/1), seorang pejabat senior dari Administrasi Perpajakan Negara Tiongkok (State Taxation Administration/STA) memberikan penjelasan mengenai vitalitas konsumsi Tiongkok yang terus berlanjut.

"Vitalitas konsumsi (Tiongkok) terus dilepaskan. Pertumbuhan konsumsi barang dan jasa keduanya sekitar 10 persen. Data faktur pajak pertambahan nilai menunjukkan bahwa pada tahun 2023, pendapatan penjualan konsumsi barang dan konsumsi jasa meningkat masing-masing sebesar 11,4 persen dan 9 persen dari tahun ke tahun. Diantaranya, penjualan ritel pakaian dan kosmetik meningkat 18,3 persen dan 14,5 persen. Taman hiburan, layanan akomodasi, dan layanan katering tumbuh pesat, dengan tingkat pertumbuhan masing-masing 69,5 persen, 26,3 persen, dan 19,6 persen," kata Huang Yun, Juru Bicara STA.