Beijing, Radio Bharata Online - PDB Tiongkok pada tiga kuartal pertama mencapai hampir 94,975 triliun yuan (sekitar 206 ribu triliun rupiah), naik 4,8 persen secara tahunan dengan harga konstan, menurut seorang pejabat senior dari Biro Statistik Nasional atau National Bureau of Statistics (NBS) pada hari Jum'at (18/10).

Sheng Laiyun, Wakil Direktur NBS, memberikan pengarahan tentang operasi ekonomi nasional Tiongkok dalam sembilan bulan pertama tahun 2024 pada konferensi pers yang diadakan oleh Kantor Informasi Dewan Negara di Beijing.

Menurutnya, dibagi berdasarkan industri, nilai tambah industri primer lebih dari 5,773 triliun yuan (sekitar 12.544 triliun rupiah), naik 3,4 persen dari tahun ke tahun, sementara industri sekunder dan tersier lebih dari 36,136 triliun yuan (sekitar 79 ribu triliun rupiah) dan lebih dari 53,065 triliun yuan (sekitar 115 ribu triliun rupiah), naik masing-masing 5,4 persen dan 4,7 persen dari tahun ke tahun.

Sheng mengatakan bahwa pada basis triwulanan, PDB Tiongkok tumbuh masing-masing sebesar 5,3 persen, 4,7 persen dan 4,6 persen dalam tiga triwulan tersebut.

Ia juga mengatakan PDB Tiongkok pada triwulan ketiga tumbuh sebesar 0,9 persen dari triwulan sebelumnya.