Beijing, Radio Bharata Online - Kunjungan Presiden Angola, Joao Lourenco, ke Tiongkok telah membuahkan hasil, dan kunjungan ini telah menyuntikkan dorongan baru ke dalam hubungan bilateral, ujar Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada hari Senin (18/3).

Presiden Angola baru saja mengakhiri kunjungan kenegaraan empat harinya ke Tiongkok atas undangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

"Atas undangan Presiden Xi Jinping, Presiden Angola Lourenco berhasil melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari tanggal 14 hingga 17 Maret. Selama periode ini, Presiden Xi mengadakan pembicaraan dengan Presiden Lourenco, dan Perdana Menteri Li Qiang dan Zhao Leji, Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, masing-masing bertemu dengan Presiden Lourenco. Dalam pembicaraan tersebut, kedua presiden bersama-sama membuat rencana strategis untuk pengembangan hubungan bilateral di masa depan, sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan kerja sama strategis yang komprehensif, dan menyaksikan penandatanganan beberapa dokumen kerja sama bilateral terkait penyusunan rencana kerja sama Sabuk dan Jalan, dan mencakup ekonomi dan perdagangan, pertanian, pembangunan hijau, dan bidang lainnya. Setelah pembicaraan, kedua belah pihak mengeluarkan pernyataan bersama tentang pembentukan kemitraan kerja sama strategis yang komprehensif antara Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Angola," papar Lin.

"Pernyataan bersama ini sangat kaya akan konten. Pernyataan ini dipandu oleh promosi membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, dan berfokus pada implementasi bersama Inisiatif 'Belt and Road', Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, dan Inisiatif Peradaban Global. Hal ini mewujudkan konsensus penting dari kedua belah pihak dalam mengkonsolidasikan rasa saling percaya politik, memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan, memperkuat koordinasi internasional, dan bersama-sama menjaga keadilan dan kejujuran internasional. Dan secara komprehensif menguraikan konotasi kemitraan kerja sama strategis komprehensif Tiongkok-Angola," jelas Lin.

Lin mengatakan bahwa persahabatan tradisional antara Tiongkok dan Angola sangat mendalam. Persahabatan ini telah bertahan dalam ujian perubahan situasi internasional dan telah tumbuh lebih kuat dari waktu ke waktu. Lin akhirnya mengharapkan hubungan bilateral yang lebih dalam di masa depan.

"Kerja sama yang saling menguntungkan antara Tiongkok dan Angola telah membuahkan hasil yang bermanfaat dan benar-benar bermanfaat bagi kedua negara. Kunjungan ini telah menyuntikkan dorongan baru dan menggambar cetak biru baru untuk pengembangan masa depan hubungan Tiongkok-Angola. Tiongkok akan bekerja sama dengan Angola untuk mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara, mempertahankan persahabatan tradisional, memperkuat dukungan timbal balik, memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan, dan bersama-sama mendorong proses modernisasi kedua negara," ujar Lin.