Guangxi, Radio Bharata Online - Hujan deras mengguyur beberapa kota di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok selatan selama akhir pekan. Musibah ini memicu banjir parah yang menjebak banyak penduduk di ibu kota daerah Nanning dan mendorong tanggap darurat dari petugas pemadam kebakaran.

Banjir mencapai kedalaman hampir 1,8 meter di sebuah kompleks perumahan di Kota Nanning dan menenggelamkan lantai dasar sebuah bangunan, membuat 12 orang terjebak di dalam rumah mereka.

Petugas pemadam kebakaran menggunakan perahu karet untuk mengarungi banjir, bermanuver di sekitar puing-puing yang mengambang untuk menjangkau orang-orang yang terdampar. Setelah hampir dua jam, ke-12 orang tersebut berhasil dievakuasi ke tempat yang aman.

Di tempat lain di Distrik Xingning, sebuah mobil terhenti di air setinggi 1,5 meter di bawah jembatan, membuat dua orang terdampar di atap kendaraan. Karena mobil pemadam kebakaran tidak dapat mengakses area tersebut karena kondisi bawah air yang rumit, petugas pemadam kebakaran mengerahkan perahu karet untuk segera menyelamatkan mereka yang terjebak.

Di distrik Xixiangtang, Nanning, sebuah bangunan pabrik terendam banjir setinggi 1,5 meter, membuat 17 orang terjebak di dalamnya, beberapa di antaranya mencari tempat berlindung di atas atap. Petugas pemadam kebakaran menggunakan tangga dan perahu karet untuk mengevakuasi mereka yang terdampar ke tempat yang aman dalam waktu setengah jam.

Hujan deras juga menyebabkan banjir parah di daerah pedesaan yang dikelola oleh Nanning. Arus yang deras merendam sebagian besar jalan hingga setinggi lutut. Petugas pemadam kebakaran mengarungi perairan untuk menjangkau penduduk desa yang terdampar dan mengevakuasi 20 orang secara berkelompok.

Kota Qinzhou di Guangxi mengeluarkan peringatan merah untuk hujan badai pada hari Minggu (19/5), yang paling parah dalam sistem peringatan empat tingkat di Tiongkok. Menurut data yang diberikan oleh departemen meteorologi, curah hujan kumulatif selama 24 jam sebesar 610,5 milimeter memecahkan rekor historis kota tersebut.

Curah hujan maksimum terjadi di Kota Longmengang pada hari Minggu (19/5). Data meteorologi juga menunjukkan curah hujan 189,6 milimeter yang memecahkan rekor hanya dalam waktu satu jam pada pagi hari.

Curah hujan yang tinggi memicu banjir yang membuat orang-orang terjebak di toko-toko, gudang-gudang dan rumah-rumah di seluruh kota. Hingga pukul 15:00 hari Minggu (19/5), lebih dari 210 warga yang terdampar telah dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran dan kru darurat.

Qinzhou telah mencabut status siaga merahnya.