Shanghai, Bharata Online - Seiring dengan berlangsungnya proses konstruksi dan persiapan di berbagai lokasi untuk ajang China International Import Expo (CIIE) mendatang di Shanghai, sebuah robot inspeksi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh universitas setempat mulai berpatroli pada hari Rabu (28/10) untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama pengerjaan berlangsung.
CIIE, salah satu pameran dagang terbesar di dunia, akan menggelar edisi ke-9 pada tanggal 5 hingga 10 November 2026 di National Exhibition and Convention Center (Shanghai). Di dalam salah satu aula, sebuah robot berwarna putih berpatroli untuk melakukan pemeriksaan keselamatan. Jika robot tersebut mendeteksi pekerja yang tidak mengenakan helm pelindung, penggunaan eskalator yang tidak semestinya, atau pekerjaan di ketinggian tanpa sabuk pengaman, ia akan secara otomatis mengeluarkan peringatan suara serta merekam kejadian tersebut.
"Robot ini mampu melakukan patroli di lokasi pameran selama 24 jam penuh tanpa henti, sehingga membantu mengubah pendekatan manajemen keselamatan kami dari yang semula bersifat responsif setelah insiden menjadi pencegahan proaktif. Pada hari pertama bertugas, robot ini mendeteksi lebih dari 10 kasus pekerja yang tidak mengenakan helm pelindung dengan benar," ujar Tong Yichen, seorang inspektur di lokasi.
Demi menjamin keselamatan di area kerja, robot ini dilengkapi dengan bumper depan dan belakang yang memiliki fitur pendeteksi benturan. Algoritme canggih yang disematkan mampu memetakan titik-titik kerangka tubuh manusia secara waktu nyata (real-time) untuk mendeteksi kejadian terpeleset, terjatuh, atau kecelakaan kerja lainnya secara instan.
Robot yang dikembangkan secara mandiri oleh University of Shanghai for Science and Technology itu dapat beroperasi di area mana pun yang terjangkau oleh jaringan 4G dan mendukung kendali jarak jauh secara waktu nyata. Robot ini akan terus membantu kelancaran operasional selama pameran berlangsung.
"Saat kerumunan orang perlu diarahkan atau dialihkan, kami dapat memberikan perintah dari jarak jauh secara waktu nyata untuk menampilkan pesan teks atau mengeluarkan peringatan suara, sehingga membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama acara," kata Huang Zhongyi, Lektor Kepala (Associate Professor) di Fakultas Bisnis universitas tersebut.