Beijing, Bharata Online - Gala Festival Musim Semi 2026 pada Malam Tahun Baru Imlek telah memadukan banyak teknologi digital baru, terutama AI dan VR dalam penceritaan, koreografi, dan visual panggung, untuk menyajikan warisan budaya takbenda kepada audiens modern.

Kuda-kuda animasi berlarian di atas panggung, dan kelopak bunga yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan melayang ke arah penonton.

Hampir 80 persen program menggunakan alat produksi virtual, termasuk AI, realitas tertambah, dan efek visual digital, di Gala yang diselenggarakan oleh China Media Group (CMG).

"Sejauh ini, belum ada yang menggunakan AI dengan cara yang begitu kompleks dan terintegrasi secara mendalam," kata Guo Li, Direktur Visual.

Teknologi menjadi bagian dari sistem penceritaan, terintegrasi ke dalam koreografi, desain panggung, bahasa visual, dan struktur naratif di Gala, yang memiliki sejarah selama 44 tahun.

"Saya rasa tingkat inovasi teknis dan kesulitan teknis dalam program ini adalah yang tertinggi dalam sejarah Gala Festival Musim Semi. Setiap tahun, kami mencoba menggunakan teknologi tercanggih untuk memenuhi kebutuhan ekspresi naratif program, menggunakan teknologi untuk melayani program itu sendiri," ujar Jiang Yuhao, Drektur Visual Utama.

Direktur tersebut merujuk pada "Ode to the Flower Deities". Dengan menggunakan citra yang dihasilkan AI dan teknologi realitas diperluas (XR), pertunjukan tersebut menyatukan simbol-simbol musiman kuno, tokoh-tokoh sejarah, dan filsafat tradisional Tiongkok. Hasilnya adalah pengalaman panggung imersif tunggal yang memadukan para pemain langsung dengan lingkungan digital secara real-time.

Seorang pengamat budaya TV menyatakan bahwa dengan menggabungkan estetika klasik dengan teknologi modern, pertunjukan ini menyajikan budaya tradisional dalam bentuk visual baru, membuatnya lebih mudah diakses, imersif, dan menarik bagi penonton muda dan pemirsa internasional.