BEIJING, Radio Bharata Online - Microsoft Corp telah membantah klaim yang beredar sejak Rabu yang lalu bahwa seluruh tim kecerdasan buatan (AI) Tiongkok diminta untuk pindah ke Amerika Serikat atau Australia.
Perusahaan mengklarifikasi pada hari Kamis(16/5) bahwa itu adalah transfer internal standar untuk sekelompok karyawan Tiongkok tertentu alih-alih relokasi wajib. Microsoft dalam sebuah pernyataannya menyebut, "Memberikan peluang internal adalah bagian rutin dalam mengelola bisnis global kami. Sebagai bagian dari proses ini, kami berbagi peluang transfer internal opsional dengan sebagian karyawan,"
Seperti diketahui, belum lama ini beredar rumor di media sosial yang menyatakan bahwa seluruh tim AI Azure di Tiongkok, termasuk anggota dari Shanghai, akan pindah ke luar negeri. Laporan-laporan ini juga mengklaim bahwa korporasi akan membantu relokasi pasangan dan aplikasi visa / green card. Microsoft membantah tuduhan ini tetapi tidak membocorkan jumlah spesifik karyawan yang terlibat dalam rencana transfer tersebut.
Perusahaan, yang merupakan investor utama di OpenAI ini sebelumnya telah mengumumkan penggabungan elemen AI ke dalam layanan cloud Azure - nya di Tiongkok. Pernyataan ini menegaskan kembali komitmennya terhadap pasar Tiongkok. [Shine]