Beijing, Bharata Online - Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, mengunjungi Universitas Peking di Beijing pada Kamis (29/10) sore. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan pidato, bertemu dengan para mahasiswa, serta menerima gelar profesor kehormatan.
Steinmeier tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari tanggal 27 hingga 31 Oktober 2026, atas undangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.
Dalam pidatonya, Steinmeier mengajak Jerman dan Tiongkok untuk terus membangun hubungan perdagangan yang saling menguntungkan serta mencari solusi melalui dialog. Ia menegaskan bahwa Eropa tidak berniat untuk memisahkan diri (decoupling) dari Tiongkok.
"Terdapat banyak perbedaan antara Tiongkok dan Jerman, namun satu kesamaan yang kita miliki adalah perekonomian kedua negara sangat bergantung pada kemampuan ekspor yang kuat. Siapa pun yang ingin meraih kesuksesan di pasar global memerlukan prediktabilitas dan keandalan yang mendasar. Hal ini hanya dapat dicapai di bawah aturan yang dihormati oleh semua pihak. Oleh karena itu, saya sangat yakin bahwa melindungi dan memperkuat tatanan internasional berbasis aturan merupakan tanggung jawab kita bersama sekaligus sejalan dengan kepentingan kita sendiri," ujarnya.
Presiden Jerman tersebut juga sempat bermain tenis meja di lingkungan kampus. Tiongkok dan Jerman memiliki sejarah kerja sama yang panjang dalam olahraga ini, dengan pertukaran rutin yang bertujuan untuk mempererat hubungan dan berbagi keterampilan.
Para mahasiswa Jerman di Universitas Peking menyambut baik kunjungan Presiden Jerman tersebut.
"Kesan saya sangat positif. Saya senang melihat banyak tokoh politik lain, selain Presiden, yang juga datang ke sini. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah sejarah hubungan antara Universitas Peking (PKU) dan Jerman, Saya sebelumnya tidak menyadari betapa mendalamnya keterkaitan antara kedua institusi ini. Selain itu, sebagai seorang peneliti kecerdasan buatan (AI), saya sangat senang mendengar bahwa Presiden juga menaruh perhatian serius pada isu keamanan AI," ungkap Konstantin Garbers, Mahasiswa Asal Jerman.
"Saya merasa penuh harapan. Kerja sama antara Tiongkok dan Jerman benar-benar terlihat nyata hari ini. Saya merasa sangat tersentuh karena Presiden negara saya diundang untuk berbicara di sini—berbicara kepada kami, serta kepada para mahasiswa Tiongkok maupun Jerman. Saya juga sangat senang beliau dianugerahi gelar profesor kehormatan," ujar Leander Zaiser, Mahasiswa Jerman lainnya.
Ini merupakan kunjungan pertama Steinmeier ke Tiongkok dalam kurun waktu hampir delapan tahun. Ia pernah beberapa kali mengunjungi Tiongkok saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Jerman. Beijing menjadi persinggahan kedua dalam kunjungan kali ini.
Ia memulai perjalanannya di Provinsi Anhui, Tiongkok bagian timur, pada hari Selasa (27/10) dan mengunjungi pusat penelitian dan pengembangan yang dibangun oleh produsen mobil asal Jerman, Volkswagen. Di sana, ia menekankan bahwa teknologi yang dikembangkan di Tiongkok juga dapat memberikan manfaat bagi Jerman dan Eropa.