Beijing, Bharata Online - Inisiatif yang diusulkan Tiongkok untuk memajukan pembangunan perempuan secara menyeluruh sangat penting dalam mendorong kesetaraan gender di seluruh dunia, ujar Presiden Islandia, Halla Tomasdottir.

Bulan lalu, Presiden Islandia itu menghadiri Pertemuan Pemimpin Global tentang Perempuan di Beijing, menyampaikan pidato pada upacara pembukaan yang menekankan pemberdayaan perempuan.

Dalam wawancara dengan China Media Group (CMG) yang disiarkan pada hari Jumat (28/11), Tomasdottir memuji empat proposal untuk mempercepat proses pembangunan perempuan secara menyeluruh yang diajukan oleh Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada Pertemuan Pemimpin Global tentang Perempuan, mengingat proposal tersebut vital bagi pembangunan sosial dan ekonomi dunia.

Berpidato pada upacara pembukaan Pertemuan Pemimpin Global tentang Perempuan, Xi mengusulkan untuk bergabung dalam upaya membangun lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan perempuan, menumbuhkan momentum yang kuat bagi pembangunan berkualitas tinggi bagi perjuangan perempuan, mengembangkan kerangka kerja tata kelola untuk melindungi hak dan kepentingan perempuan, serta menulis babak baru dalam mempromosikan kerja sama global tentang perempuan.

"Presiden Anda, Xi Jinping, tidak hanya mengeluarkan pernyataan yang berani, tetapi juga komitmen yang berani terhadap kesetaraan gender. Dan saya pikir di dunia yang sedang menghadapi reaksi keras, sebuah agenda yang menurut saya sangat penting bagi pembangunan dunia, baik secara ekonomi maupun sosial. Tiongkok harus berani menyatakan bahwa ini adalah agenda yang penting bagi kita, dan kita perlu memperbarui agenda yang telah kita sepakati 30 tahun lalu dan bersatu dalam kesetaraan gender secara umum, perempuan dalam kepemimpinan, dan hak-hak perempuan. Jadi, saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini dan saya pikir ini sangat tepat waktu dan penting," ujar Tomasdottir.

Presiden Islandia tersebut merujuk pada Tujuan 5 dari tujuan pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa, menekankan bahwa misi mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan adalah salah satu kunci menuju dunia yang lebih baik.

"Jadi, saya pikir ini bukan hanya penting bagi Tiongkok, saya pikir penting bagi negara-negara di dunia agar para pemimpin dunia bersatu dan menyatakan bahwa ini adalah keharusan untuk abad ke-21, ini adalah keharusan untuk mempersiapkan masa depan bagi negara-negara dan dunia. Saya percaya kekuatan perempuan mungkin merupakan mesin yang hilang untuk dunia yang lebih berkelanjutan dan damai. Ini bukan hanya tentang hak. Ini tentang melakukan hal yang benar untuk negara Anda dan untuk dunia," kata Tomasdottir.

"Jadi, saya rasa ini bukan sekadar hal yang baik untuk dilakukan atau keharusan kecil. Saya pikir mungkin Tujuan 5 dari agenda berkelanjutan untuk benar-benar memberdayakan perempuan dan anak perempuan di mana pun memegang kunci untuk mewujudkan agenda berkelanjutan sepenuhnya. Saya melihatnya sebagai hal yang sangat penting, kunci menuju dunia yang layak huni, begitulah yang terkadang saya katakan," ujarnya.