Beijing, Bharata Online - Meningkatnya permintaan global untuk ekspor berkualitas tinggi Tiongkok telah mendorong perkembangan pesat rute kargo udara internasional yang berangkat dari negara tersebut, dengan total 103 rute baru dibuka dalam tujuh bulan pertama tahun 2026, menurut Federasi Logistik dan Pengadaan Tiongkok pada hari Senin (3/8).
Pada bulan Juli 2026 saja, sebelas rute baru diluncurkan. Ekspansi yang berkelanjutan ini mencerminkan pergeseran strategi dalam industri angkutan udara, karena permintaan pasar internasional beralih ke kawasan Asia. Akibatnya, eksportir mengurangi ketergantungan pada pasar Eropa, meningkatkan keragaman dan keseimbangan rute.
Secara rinci, tujuan Asia mencakup 51 dari semua rute baru, sementara rute Eropa mencakup 38. Sebanyak 12 rute ke Amerika Utara, 2 ke Afrika, dan 1 ke Amerika Selatan juga dibuka. Secara keseluruhan, rute-rute tersebut mengakomodasi 229 penerbangan pulang pergi per minggu.
Kargo yang diangkut terutama meliputi barang e-commerce lintas batas, produk manufaktur kelas atas, barang bernilai tambah tinggi, produk elektronik, dan suku cadang otomotif. Menurut para pejabat federasi, angkutan udara memiliki keunggulan signifikan untuk kategori produk ini dibandingkan dengan kereta api atau laut.
"Ekspor perangkat keras AI telah muncul sebagai pendorong pertumbuhan utama untuk angkutan udara. Permintaan akan produk-produk canggih dan presisi tinggi dalam negeri, seperti penyimpanan AI, peralatan daya komputasi, dan semikonduktor, telah melonjak. Untuk barang-barang bernilai tinggi dan sensitif waktu ini, perusahaan lebih memilih transportasi udara," ujar Ma Zengrong, Wakil Presiden dan Sekretaris Jenderal Federasi Logistik dan Pengadaan Tiongkok.