Chongqing, Radio Bharata Online - Bekas tempat perlindungan bom era Perang Dunia II di Kota Chongqing, barat daya Tiongkok, dialihfungsikan menjadi museum, restoran, toko buku, dan tempat menarik lainnya untuk menciptakan model pendapatan yang unik bagi bisnis lokal.

Pernah menjadi tempat perlindungan dari serangan udara Jepang, bunker-bunker tersebut kembali melayani masyarakat. Di distrik Jiulongpo, sebuah bunker bawah tanah telah diubah menjadi toko buku dan tempat peristirahatan yang populer untuk mengatasi panasnya musim panas. Selain membaca dan bersantai, pengunjung juga diajak untuk mempelajari sejarah kota yang kaya.

Di distrik Shapingba, sebuah tempat penampungan serangan udara yang ditinggalkan telah diubah menjadi objek wisata futuristik untuk meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim. Meliputi area seluas lebih dari 3.000 meter persegi, ruang bawah tanah ini meniru distopia futuristik. Sejak dibuka pada bulan Maret 2023, tempat ini telah mencatatkan 200.000 kunjungan.

"Saya tertarik dengan tema fiksi ilmiahnya. Fakta bahwa tempat ini merupakan bekas tempat perlindungan bom membuatnya semakin menarik," ujar Yang Ting, seorang warga setempat.

Kota Chongqing terkenal dengan kuliner pedas dan hotpotnya. Salah satu tempat perlindungan bom di kota ini telah diubah menjadi restoran hotpot.

"Saat malam tiba, restoran kami selalu dipenuhi oleh pengunjung, termasuk banyak yang berasal dari luar kota. Menikmati hotpot di tempat perlindungan bom dapat dianggap sebagai makanan khas Chongqing," kata Deng Hong, pemilik restoran hotpot tersebut.

Statistik menunjukkan bahwa tempat perlindungan serangan udara di Chongqing yang telah dialihfungsikan menarik sekitar satu juta pengunjung setiap tahunnya.