JAKARTA, Bharata Online - Mikroplastik merupakan fragmen plastik yang sangat kecil, biasanya berasal dari pakaian sintetis, limbah industri, hingga degradasi sampah plastik di lingkungan. Ketika tertelan, partikel ini dapat menempel di dinding usus, menyebabkan peradangan, serta berpotensi melemahkan sistem imun. Karena sifatnya yang mudah berpindah, mikroplastik kini ditemukan dalam rantai makanan global.
Studi tahun 2023 mengungkap garam merah Himalaya memiliki tingkat kontaminasi tertinggi, disusul garam hitam dan garam laut. Penelitian lain pada 2022 juga menunjukkan gula menjadi salah satu jalan paparan penting bagi tubuh terhadap polutan mikro ini.
Riset terbaru menunjukkan mikroplastik sudah merambah ke bahan pangan yang paling umum dikonsumsi masyarakat. Dari gula hingga sayuran, temuan ini menambah panjang daftar kekhawatiran soal paparan plastik yang tidak terlihat namun terus masuk ke tubuh.
Kantong teh yang sebagian besar terbuat dari plastik juga dapat melepaskan sejumlah besar plastik. Para peneliti di Universitas McGill di Quebec, Kanada menemukan, menyeduh satu kantong teh plastik dapat melepaskan sekitar 11,6 miliar partikel mikroplastik dan 3,1 miliar partikel nanoplastik ke dalam air.
Selain itu studi dari University of Queensland menemukan, untuk setiap 100 gram (½ cangkir) nasi yang dimakan, seseorang bisa mengonsumsi tiga hingga empat miligram plastik.
Menurut studi pada Maret 2024, air minum dalam kemasan juga turut mengandung mikroplastik. Satu liter air atau setara dua botol ukuran standar mengandung rata-rata 240.000 partikel plastik dari tujuh jenis plastik, termasuk nanoplastik.
Berbagai studi menemukan mikroplastik pada makanan berikut:
1. Daging ayam
2. Daging sapi
3. Daging babi
4. Nugget
5. Tahu
6. Selada
7. Wortel
8. Lobak
9. Apel
10. Teh celup
11. Garam Himalaya
12. Gula
13. Nasi instan
14. Air minum kemasan