Beijing, Radio Bharata Online - Total impor dan ekspor jasa Tiongkok tumbuh sembilan persen tahun ke tahun dalam 11 bulan pertama tahun 2023, menurut data yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Kamis (4/1).
Menurut kementerian tersebut, volume perdagangan jasa Tiongkok melebihi 5,89 triliun yuan (sekitar 12.849 triliun rupiah) selama periode Januari-November tahun lalu.
Dari total tersebut, impor jasa tumbuh 23,5 persen tahun ke tahun menjadi 3,48 triliun yuan (sekitar 7.597 triliun rupiah), sementara ekspor jasa turun 6,8 persen tahun ke tahun menjadi 2,41 triliun yuan (sekitar 5.251 triliun rupiah). Defisit dalam perdagangan jasa adalah 1,08 triliun yuan (sekitar 2.346 triliun rupiah).
Pada bulan November 2023, volume impor dan ekspor jasa mencapai 544,78 miliar yuan (sekitar 1.188 triliun rupiah), naik 13,7 persen dari tahun ke tahun dengan ekspor jasa naik 1,4 persen dan impor naik 24,4 persen.
Perdagangan jasa-jasa padat pengetahuan di Tiongkok mempertahankan pertumbuhan yang stabil selama periode tersebut, naik 8,3 persen dari tahun ke tahun menjadi 2,44 triliun yuan (sekitar 5.313 triliun rupiah). Ekspor jasa-jasa padat pengetahuan bernilai 1,39 triliun yuan (sekitar 3.031 triliun rupiah), naik 10 persen dari tahun ke tahun, sementara impor bernilai 1,05 triliun yuan (sekitar 2.281 triliun rupiah), naik 6,1 persen dari tahun ke tahun.
Layanan yang terkait dengan sektor perjalanan mencatat pertumbuhan penting, melonjak 73,5 persen dari tahun ke tahun menjadi lebih dari 1,31 triliun yuan (sekitar 2.869 triliun rupiah).
Ekspor dan impor layanan perjalanan masing-masing meningkat 56 persen dan 74,9 persen dari tahun ke tahun.