Beijing, Radio Bharata Online - Prioritas utama untuk menyelesaikan krisis Ukraina adalah memfasilitasi dialog dan negosiasi serta mengupayakan penyelesaian politik, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, pada briefing rutin di Beijing pada hari Rabu (20/3).
Lin menegaskan kembali posisi Tiongkok mengenai masalah ini ketika diminta mengomentari pernyataan Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergey Naryshkin, pada hari Selasa (19/3) bahwa ada pasukan Prancis di Ukraina dan bahwa Prancis sedang mempersiapkan 2.000 tentara untuk dikirim ke Ukraina, yang telah dibantah oleh Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis.
"Posisi Tiongkok terhadap masalah Ukraina konsisten dan jelas. Memfasilitasi dialog dan negosiasi serta mengupayakan penyelesaian politik atas krisis ini adalah prioritas utama. Tiongkok dengan tulus berharap pihak-pihak terkait akan menunjukkan kemauan politik, meredakan situasi, dan bekerja sama untuk gencatan senjata lebih awal serta arsitektur keamanan yang seimbang, efektif, dan berkelanjutan di Eropa," kata Lin.