Beijing, Radio Bharata Online - Prakarsa Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative (BRI) telah menciptakan paradigma baru untuk kerja sama internasional yang telah memberikan hasil yang luar biasa selama satu dekade terakhir dengan semakin banyaknya mitra yang mendaftar untuk bergabung.
Pernyataan itu dilontarkan oleh seorang pejabat Tiongkok pada sebuah konferensi pers hari Selasa (10/10 di Beijing setelah merilis sebuah buku putih yang memetakan kemajuan prakarsa tersebut.
Berjudul "Prakarsa Sabuk dan Jalan: Pilar Utama Komunitas Global Masa Depan Bersama", buku putih ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada komunitas internasional mengenai nilai prakarsa tersebut, memfasilitasi kerja sama berkualitas tinggi di bawahnya, dan pada akhirnya memberikan manfaat kepada lebih banyak negara dan masyarakat, demikian menurut mukadimah buku putih itu.
Berbicara pada konferensi pers, Li Kexin, Direktur Jenderal Departemen Urusan Ekonomi Internasional Kementerian Luar Negeri Tiongkok, mengatakan bahwa selama satu dekade terakhir, Tiongkok telah bekerja sama dengan mitra kerja sama dalam membangun kerangka kerja sama internasional, yang dipandu oleh edisi-edisi sebelumnya dari Forum Sabuk dan Jalan dan didukung oleh berbagai mekanisme kerja sama multilateral.
"Pertama-tama, forum BRI telah memainkan peran utama. Tiongkok telah berhasil menyelenggarakan dua edisi forum pada tahun 2017 dan 2019, di mana kami telah melakukan pertukaran mendalam dengan semua peserta, sambil mencapai konsensus yang luas tentang arah korporasi Sabuk dan Jalan dan bidang-bidang yang menjadi prioritas," ujarnya, seraya menambahkan bahwa Forum Sabuk dan Jalan ke-3 akan diadakan akhir bulan ini di Beijing.
"Kedua, mekanisme kerja sama bilateral terus berkembang. Jumlah mitra BRI terus bertambah dari tahun ke tahun. Tiongkok telah menandatangani dokumen kerja sama Sabuk dan Jalan dengan lebih dari 150 negara dan lebih dari 30 organisasi internasional. BRI telah bersinergi dengan strategi pembangunan lebih dari 30 negara dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan PBB 2030 juga disinergikan dengan rencana pembangunan organisasi regional termasuk ASEAN, Uni Afrika, dan Uni Ekonomi Eurasia," jelasnya.
"Ketiga, platform kerja sama multilateral di semua bidang terus ditingkatkan. Selama satu dekade terakhir, Tiongkok telah membentuk lebih dari 20 platform kerja sama multilateral Sabuk dan Jalan di berbagai bidang seperti energi, perpajakan, keuangan, budaya, dan pembangunan hijau. Dan kami telah memajukan koordinasi kebijakan dan kerja sama praktis secara bersama-sama," imbuhnya.
Li juga menekankan bahwa Tiongkok siap untuk bekerja sama dengan semua pihak guna memanfaatkan Forum Sabuk dan Jalan ke-3 untuk Kerja Sama Internasional sebagai sebuah kesempatan, dan selanjutnya akan mengupayakan hasil-hasil baru dalam kerja sama berkualitas tinggi di bawah BRI guna memastikan kemakmuran bersama semua negara yang berpartisipasi.