Guangzhou, Bharata Online - Sektor manufaktur alat bantu rehabilitasi sedang berkembang pesat di Tiongkok, dengan semakin banyaknya produk cerdas dan khusus yang dirancang khusus untuk penyandang disabilitas, sehingga meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan.

Di sebuah taman di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, Zhu Junbiao, seorang insinyur dari sebuah perusahaan teknologi cerdas, sedang menguji kursi roda pintar generasi baru. Dengan menggerakkan kepala dan mengubah pandangan, pengguna dapat mengendalikan kursi roda untuk bergerak maju, mundur, berputar, dan berhenti.

"Sebelumnya, sebagian besar kursi roda perlu dikendalikan dengan tangan. Namun bagaimana jika beberapa pasien atau penyandang disabilitas tidak dapat menggunakan tangan mereka? Gagasan itulah yang mendorong kami untuk menciptakan produk ini," ujar He Guanfeng, Direktur Departemen Pemasaran sebuah perusahaan teknologi cerdas.

Ia mencatat bahwa kursi roda pintar ini diberikan kepada para atlet dan pengunjung pada Pesta Olahraga Nasional Penyandang Disabilitas ke-12 dan Olimpiade Khusus Nasional ke-9, yang resmi dibuka pada hari Senin (8/12).

Pangsa pasar domestik kursi roda dan alat bantu jalan dari Guangdong telah mencapai 50 persen atau 60 persen, dengan pangsa ekspor mencapai 70 persen dari total nasional. Kursi roda telah berevolusi dari sekadar memenuhi kebutuhan mobilitas dasar menjadi merangkul kecerdasan dan kustomisasi.

Di Kota Foshan, Guangdong, sebuah perusahaan berdedikasi untuk membuat kursi roda yang lebih sesuai, lebih nyaman, dan lebih praktis bagi pengguna.

"Ukurannya pas untuk saya -- tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Karena saya sering bepergian, kursi roda ini dapat dengan mudah melewati ruang-ruang seperti lorong kereta cepat atau toilet umum," kata Fan Xiao, Pengguna dari Kota Ningbo, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, yang datang ke Guangzhou untuk perawatan kursi rodanya.

"Dulu, kursi roda kelas atas hanya bisa diimpor. Meskipun kursi roda tersebut dibuat khusus, banyak yang masih menghadapi masalah kompatibilitas saat tiba di Tiongkok. Dengan memanfaatkan jaringan industri yang kuat di wilayah Delta Sungai Mutiara dan seluruh Tiongkok, perusahaan kami telah mempercepat iterasi produk-produk baru," ungkap Chang Lin, Manajer produsen kursi roda.

Zhang Jian, warga Foshan yang berpartisipasi dalam kompetisi triatlon di Pesta Olahraga Nasional Penyandang Disabilitas ke-12, mengaku sangat merasakan perubahan yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi.

"Kursi roda saya seperti sepatu lari saya. Kursi roda pertama yang saya gunakan hanyalah kursi roda biasa, yang sangat tidak nyaman untuk diduduki. Kemudian saya beralih ke kursi roda yang dibuat khusus, dan rasanya jauh lebih sesuai dengan kebutuhan saya. Saya yakin teknologi telah benar-benar meningkatkan kualitas hidup saya," ujar Zhang.