Beijing, Bharata Online - Program tukar tambah yang didukung kebijakan pemerintah Tiongkok telah meningkatkan penjualan barang konsumsi senilai 3,92 triliun yuan (sekitar 9.419 triliun rupiah) selama periode 2024-2025, yang menguntungkan 494 juta orang, kata seorang pejabat senior perdagangan Tiongkok pada hari Selasa (6/1).
"Dari tahun 2024 hingga 2025, 18,3 juta kendaraan diganti melalui program tukar tambah di Tiongkok, dengan hampir 60 persen di antaranya adalah kendaraan energi baru. Sebanyak 192 juta peralatan rumah tangga dibeli melalui program tukar tambah, lebih dari 90 persen di antaranya memenuhi standar efisiensi energi tertinggi. Program tukar tambah mendorong penjualan barang konsumsi senilai 3,92 triliun yuan dan menguntungkan 494 juta orang," ujar Sheng Qiuping, Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok, kepada media dalam konferensi pers di Beijing.
Sheng mengatakan permintaan akan produk ramah lingkungan telah mendorong diversifikasi pilihan konsumen dalam kategori tersebut.
"Meningkatnya permintaan akan produk ramah lingkungan, termasuk kendaraan energi baru dan peralatan rumah tangga pintar dan hemat energi, telah mendorong pertumbuhan yang stabil di pasar konsumsi hijau. Pasokan produk ramah lingkungan semakin melimpah. Model konsumsi hijau terus diinovasi, dan lingkungan keseluruhan untuk pengeluaran hijau semakin membaik," kata Sheng.
Tiongkok meluncurkan langkah-langkah khusus untuk memfasilitasi dan mendorong tukar tambah barang konsumsi pada tahun 2024 untuk mempermudah penghapusan barang bekas dan menggantinya dengan barang pintar, ramah lingkungan, dan rendah karbon.