Zixing, Radio Bharata Online - Satu-satunya akses jalan menuju Bamianshan Yao Ethnic Township di Zixing, sebuah kota di Provinsi Hunan, Tiongkok tengah, telah pulih pada hari Rabu (31/7) setelah tanah longsor besar memutus wilayah pegunungan tersebut dari dunia luar.

Operasi penyelamatan terus berlanjut setelah lebih dari 16.000 orang mengungsi akibat hujan lebat dan banjir sejak Jum'at (26/7) lalu.

Karena cuaca buruk, transportasi terhambat di beberapa desa di kota tersebut, dan jaringan listrik serta komunikasi terputus.

Foto udara menunjukkan beberapa lokasi tanah longsor di sepanjang pegunungan Bamianshan. Jalan menuju desa terdekat runtuh setiap beberapa ratus meter.

Pemerintah setempat mengatakan bahwa hingga hari Rabu (31/7), empat orang tewas dan tiga orang masih hilang. Mereka juga mengatakan telah menyelamatkan lebih dari 5.000 orang. Operasi penyelamatan terus berlanjut dengan empat helikopter yang dikerahkan, satu bertugas memperbaiki pemadaman listrik dan tiga lainnya bertugas menjatuhkan pasokan melalui udara termasuk makanan, air, obat-obatan, dan power bank.

Transportasi ke desa-desa pegunungan dilanjutkan kembali pada Rabu (31/7) pagi. Layanan darurat listrik dan komunikasi juga telah dipulihkan sebagian, dengan kapasitas terbatas.