Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Beijing, Senin (18/3) bahwa Tiongkok selalu menentang penarikan garis berdasarkan ideologi dan menolak instrumentalisasi dan senjata dari isu demokrasi.

Lin membuat pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas apa yang disebut "KTT untuk Demokrasi" yang diadakan di Korea Selatan. Ia menekankan bahwa Tiongkok menentang instrumentalisasi dan persenjataan isu demokrasi, karena hal tersebut bertentangan dengan semangat demokrasi.

"Tiongkok selalu menentang penarikan garis berdasarkan ideologi, serta instrumentalisasi dan persenjataan isu demokrasi. Praktik semacam itu sendiri bertentangan dengan semangat demokrasi. Yang dibutuhkan dunia saat ini adalah memperkuat persatuan dan kerja sama berdasarkan tujuan dan prinsip Piagam PBB untuk mempromosikan demokrasi dalam hubungan internasional, bukan menciptakan perpecahan atas nama demokrasi. Tiongkok siap untuk melakukan pertukaran dan saling belajar mengenai isu-isu seperti demokrasi dengan negara-negara lain atas dasar saling menghormati, bersama-sama memberikan kontribusi baru untuk tujuan demokrasi manusia. Negara-negara di dunia juga harus melakukan upaya positif untuk mencapai koeksistensi yang harmonis dan kerja sama yang saling menguntungkan, alih-alih merusak persatuan masyarakat internasional," jelas Lin.