Menanggapi laporan AS yang mengidentifikasi  Tiongkok melakukan atau mendukung penangkapan ikan secara ilegal, jubir Kemlu Tiongkok Mao Ning dalam jumpa pers rutin hari Senin kemarin (4/9) menunjukkan, hal tersebut sepenuhnya adalah manipulasi politik. Pada tanggal 31 Agustus lalu, dalam “Laporan tentang Peningkatan Pengelolaan Perikanan Internasional 2023” kepada Kongres, Badan Maritim dan Atmosfer (NOAA) AS  mengidentifikasi bahwa Tiongkok telah melakukan atau mendukung penangkapan ikan secara ilegal. Menaggapi pertanyaan tersebut, Mao Ning menyatakan, “Menurut hukum internasional dan kelaziman internasional, pelaku utama  penangkapan ikan secara ilegal adalah kapal nelayan, tindakan kapal nelayan tertentu yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal seharusnya tidak boleh menjadi tanggung jawab negara. Pihak AS yang mengidentifikasi suatu negara telah melakukan “penangkapan ikan secara ilegal” berdasarkan tindakan kapal nelayan tertentu sepenuhnya tidak mempunyai dasar hukum apa pun, dan telah dengan serius mengacaukan tata tertib kerja sama industri perikanan internasional, sepenuhnya adalah manipulasi politik.”

Pewarta : CRI