Xi'an, Bharata Online - Irak dan Tiongkok dapat memperluas kerja sama dalam proyek energi bersih, terutama energi surya, menurut Goran Rasheed Muhamad, Direktur Kantor Urusan Luar Negeri di Provinsi Sulaymaniyah, Irak.
Muhamad, yang berada di kota Xi'an, barat laut Tiongkok, untuk Dialog Walikota Global yang diadakan dari Senin (27/4) hingga Rabu (28/4), mengatakan kepada China Global Television Network (CGTN) bahwa Irak membutuhkan dukungan transisi energi dari negara seperti Tiongkok, mengingat kurangnya pasokan listrik di sebagian besar wilayah negaranya.
"Irak adalah negara yang membutuhkan transisi energi. Saat ini kami membutuhkan tenaga surya, karena kami kekurangan pembangkit listrik. Dan saya pikir itulah mengapa Irak berupaya mencari sumber baru untuk mendapatkan tenaga surya, untuk mendapatkan energi bersih. Karena kami memiliki musim panas yang sangat panjang, kami dapat memanfaatkan matahari untuk mendapatkan tenaga surya," ujarnya di sela-sela acara tersebut.
Pejabat Irak tersebut menggarisbawahi potensi besar kerja sama energi yang saling menguntungkan antara kedua negara.
"Irak sebagian besar waktu berusaha untuk bekerja sama dengan negara-negara seperti Tiongkok sebagai negara besar. Kita bisa mendapatkan manfaat sebanyak mungkin satu sama lain karena kita memiliki minyak dan Anda memiliki energi," kata Muhamad.