Guangzhou, Bharata Online - Selama 70 tahun, tiga generasi keluarga Lee yang berbasis di Hong Kong telah menyaksikan evolusi Canton Fair, sebuah perjalanan yang mencerminkan proses pembukaan diri dan pembangunan ekonomi Tiongkok.

China Import and Export Fair, atau yang lebih dikenal sebagai Canton Fair, merupakan ajang perdagangan yang paling lama berlangsung di Tiongkok.

Michael Li Chi-fung, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Importir dan Eksportir Tiongkok Hong Kong, meneruskan jejak panjang keluarganya dalam bisnis ekspor-impor.

"Keluarga kami telah berpartisipasi dalam Canton Fair selama 70 tahun. Kami adalah generasi ketiga yang berkecimpung dalam bisnis ekspor-impor. Saya bisa melihat transformasi Canton Fair. Saat kakek saya pertama kali hadir, apa pun yang kami miliki, itulah yang kami jual ke dunia. Kemudian pada periode kedua, muncul model OEM, kami mampu memproduksi barang dengan harga lebih murah dibandingkan pemasok lain. Namun kini, kami menciptakan berbagai produk berbasis teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI)," ujarnya.

Tujuh puluh tahun silam, ekspor Tiongkok pada gelaran Canton Fair pertama sebagian besar terdiri dari produk pertanian, porselen, dan kerajinan tangan. Kakek Michael, Lee Fuen, adalah salah satu eksportir yang terlibat. Ia berpartisipasi dalam 126 edisi pameran yang digelar dua kali setahun tersebut, dengan mengekspor lebih dari 100 jenis produk Tiongkok ke pasar global.

Produk makanan kaleng dari "Paman Fuen" (Uncle Fuen) masih menyisakan kenangan nostalgia bagi banyak generasi masyarakat Tiongkok. Kini, Chi-fung terus menyempurnakan produk-produk tersebut sembari merangkul gelombang inovasi baru.

"Di Canton Fair, kita bisa melihat banyak merek yang menciptakan berbagai jenis robot. Ini menunjukkan bahwa kita memiliki kapasitas yang memadai dan rantai pasok yang cukup kuat untuk mendukungnya. Menurut saya, sangat positif melihat berbagai produk berteknologi dari Tiongkok kini diekspor ke negara-negara lain," katanya.

Dengan tetap memegang komitmen untuk memperkenalkan produk Tiongkok ke dunia, Chi-fung berupaya menjembatani inovasi-inovasi tersebut agar dapat dijangkau oleh pembeli global. Salah satu contohnya adalah mesin kopi pintar yang menggunakan lengan robotik.

"Saya mengenal merek ini dari Canton Fair. Saya juga membantu berbagai merek dan perusahaan dalam mengembangkan sektor ritel perjalanan, seperti di bandara maupun gerai bebas bea (duty-free). Kami berharap dapat menemukan lebih banyak peluang untuk merambah pasar, khususnya di Asia Tenggara," ungkapya.

Bagi keluarga asal Hong Kong ini, Canton Fair, yang menampilkan segalanya mulai dari produk makanan kaleng tradisional hingga mesin-mesin cerdas, bukan sekadar pameran dagang biasa. Ajang itu menjadi bukti nyata kebijakan pintu terbuka Tiongkok, di mana para pedagang Hong Kong berperan sebagai jembatan penting yang menghubungkan berbagai produk serta inovasi Tiongkok dengan dunia yang lebih luas.