Beijing, Radio Bharata Online - Kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) telah menjadi kekuatan pendorong baru bagi pertumbuhan ekspor mobil Tiongkok, kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Shu Jueting, pada hari Kamis (11/1).

Data dari Asosiasi Produsen Mobil Tiongkok (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM) menunjukkan pada hari Kamis (11/1) bahwa ekspor mobil Tiongkok melonjak 57,9 persen dari tahun ke tahun ke rekor tertinggi 4,91 juta kendaraan pada tahun 2023. Pasalnya, produsen mobil negara itu memperluas kehadiran mereka di luar negeri.

Angka ini menandai peningkatan signifikan lainnya setelah negara ini mengekspor 3,11 juta kendaraan pada tahun 2022 dan 2,02 juta pada tahun 2021.

Pertumbuhan besar-besaran ini didorong oleh lonjakan ekspor NEV, yang melonjak 77,6 persen menjadi lebih dari 1,2 juta unit tahun lalu. Ekspor kendaraan listrik murni meningkat 80,9 persen, sementara ekspor kendaraan hibrida meningkat 47,8 persen dari tahun ke tahun.

"Kementerian Perdagangan Tiongkok akan terus mengikuti perkembangan perdagangan mobil dan mempromosikan pembangunan lingkungan perdagangan mobil yang adil, stabil, inklusif dan nyaman. Kami akan mendukung perusahaan mobil dalam meningkatkan sistem pemasaran dan layanan internasional mereka, sehingga mereka akan menyediakan lebih banyak produk dan layanan berkualitas bagi konsumen di berbagai negara, dan mempromosikan pengembangan perdagangan mobil yang berkelanjutan dan sehat," ujar Shu pada konferensi pers reguler di Beijing.