Bern, Radio Bharata Online - Anggota Dewan Federal Swiss, Guy Parmelin, mengatakan Tiongkok dan Swiss akan terus meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai bidang termasuk inovasi sains-teknologi dan pendidikan.
Parmelin, yang mengepalai Departemen Federal Urusan Ekonomi, Pendidikan dan Penelitian atau Federal Department of Economic Affairs, Education and Research (EAER), berbagi pandangannya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan China Central Television (CCTV).
Pada tahun 2016, Tiongkok dan Swiss menjalin kemitraan strategis yang inovatif, yang pertama kali dilakukan antara Tiongkok dan negara asing. Parmelin mengatakan bahwa kedua belah pihak harus terus meningkatkan kerja sama di bidang yang sebelumnya terganggu oleh pandemi Covid-19.
"Kami sudah memiliki banyak kolaborasi. Misalnya, kami menandatangani nota kesepahaman tentang kerja sama inovasi dan kewirausahaan. Melalui jalur ini, kami telah melakukan pertukaran mendalam secara rutin. Pada pertemuan terakhir kami, Komite Bersama Kerja Sama Sains dan Teknologi kedua belah pihak membahas sejumlah opsi untuk meningkatkan kerja sama sains dan teknologi. Selama pandemi Covid-19, pertukaran bilateral telah menurun, tetapi saya pikir inilah saatnya bagi kita untuk melanjutkan dan memperdalam pertukaran. Kami berencana untuk mengadakan pertemuan bilateral di Tiongkok pada tahun 2024," ujarnya.
Dengan memperhatikan bahwa Tiongkok dan Swiss juga merupakan mitra yang sangat penting di bidang pendidikan, Parmelin memperkenalkan sistem pendidikan ganda yang diadopsi oleh negaranya.
"Dalam hal sistem pendidikan, Tiongkok juga sangat luar biasa. Sebagai contoh, kita sering melihat siswa-siswa berprestasi dari Tiongkok dalam WorldSkills Competition. Tentu saja, Swiss juga bangga dengan sistem pendidikan kami. Sistem pendidikan ganda menyoroti partisipasi perusahaan. Saya sendiri adalah siswa yang dilatih di bawah sistem ini. Saya belajar pertanian, tepatnya pemeliharaan anggur. Poin penting dalam sistem pendidikan adalah partisipasi perusahaan dan ekonomi swasta. (Penting agar) mereka memiliki motivasi untuk berpartisipasi dan menjadi bagian darinya. Sistem ini juga membawa manfaat bagi bisnis, karena jika mereka diminta untuk berinvestasi dalam pelatihan, pada akhirnya mereka akan mendapatkan keuntungan," jelas Parmelin.