Qingdao, Bharata Online - Sebanyak 150 perusahaan Tiongkok terdaftar dalam Global Unicorn Top 500 2025, dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok mempertahankan kepemimpinan global mereka baik dalam jumlah maupun nilai pasar, menurut daftar terbaru yang dirilis pada hari Rabu (3/12).

Statistik menunjukkan bahwa valuasi gabungan Global Unicorn Top 500 Enterprises 2025 mencapai 39,14 triliun yuan (sekitar 92.220 triliun rupiah), peningkatan tahunan melebihi 30 persen. Daftar tersebut didominasi oleh perusahaan-perusahaan AS dan Tiongkok.

Berdasarkan sektornya, para unicorn sebagian besar terkonsentrasi di bidang teknologi finansial, teknologi informasi, dan manufaktur canggih. Tahun ini, segmen kecerdasan buatan mengalami peningkatan tajam sebesar 80 persen, dengan jumlah unicorn AI meningkat dari 20 menjadi 36. Dalam tren global tersebut, jumlah unicorn AI Tiongkok melonjak dari 2 menjadi 9, meningkat 350 persen.

"Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat semakin menekankan pembinaan perusahaan unicorn. Untuk pertama kalinya, pengembangannya secara resmi dimasukkan dalam Rencana Lima Tahun ke-15 tahun ini. Bersamaan dengan itu, pemberlakuan dan pendalaman implementasi undang-undang tentang promosi sektor swasta, beserta kebijakan yang mengintegrasikan sains, teknologi, industri, dan keuangan, memberikan dukungan komprehensif bagi terobosan teknologi, peningkatan skala, dan ekspansi global perusahaan unicorn," ujar Xie Shujiang, Direktur Cabang Inovasi Perusahaan Unicorn di bawah Asosiasi Penemuan Tiongkok.

Saat ini, jumlah perusahaan unicorn di Tiongkok menempati peringkat pertama di dunia dalam bidang manufaktur canggih, teknologi otomotif, transportasi dan logistik, layanan kehidupan, dan media pariwisata budaya.

Unicorn adalah perusahaan swasta yang bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS (sekitar 16,6 triliun rupiah) dan didirikan dalam dekade terakhir. Mereka berfungsi sebagai indikator utama ekosistem inovasi dan dinamika ekonomi suatu negara atau kawasan.