SHENYANG, Radio Bharata Online - Upacara penguburan jenazah 25 martir Relawan Rakyat Tiongkok (CPV) yang mengorbankan hidup mereka dalam Perang Melawan Agresi AS yang dibantu Korea Selatan (1950-1953), diadakan pada hari Jumat di sebuah pemakaman di Shenyang, ibu kota Provinsi Liaoning Tiongkok Timur Laut.
Sebuah pesawat angkut Y-20 Angkatan Udara Tiongkok tiba di Bandara Internasional Shenyang Taoxian pada hari Kamis, membawa kembali jenazah 25 korban CPV dari Korea Selatan. Repatriasi ini merupakan yang ke-10 sejak tahun 2014, menyusul perjanjian serah terima yang ditandatangani antara Tiongkok dan Korea Selatan.
Upacara dimulai di pemakaman para martir CPV di Shenyang pada pukul 10 pagi, dengan band militer bermain saat upacara dimulai. Penjaga kehormatan yang membawa peti mati para martir, memasuki pemakaman dikawal oleh Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, dan lagu kebangsaan diperdengarkan.
Setelah pidato yang disampaikan oleh Pei Jinjia, menteri urusan veteran, seluruh personel membungkuk kepada para martir CPV, dan 27 penjaga upacara melepaskan 12 tembakan salvo, memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pahlawan.
Para penjaga kehormatan kemudian mengangkat peti mati para pahlawan, dan mengelilingi alun-alun selama setengah putaran, selanjutnya perlahan berjalan menuju lokasi pemakaman.
Menurut pihak berwenang, dalam 10 tahun terakhir, sebanyak 938 tentara CPV telah dipulangkan dari Korea Utara.
Menurut Kantor Berita Xinhua, sejarah kepahlawanan ini bermula lebih dari 70 tahun yang lalu, saat CPV menyeberangi Sungai Yalu, dan bertempur bersama tentara Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara), melawan tentara Korea Selatan dan pasukan PBB pimpinan AS, dan akhirnya memenangkan perang pada tahun 1953. Tahun ini menandai peringatan 70 tahun kemenangan Tiongkok dalam perang tersebut. (Global Times)