Nusa Tenggara Timur, Bharata Online - Tim medis telah dikerahkan untuk memberikan perawatan bagi para korban luka di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, menyusul gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada hari Sabtu (15/8) yang sejauh ini telah menewaskan 68 orang dan menyebabkan 213 orang lainnya terluka.

Pemerintah provinsi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari pada hari Minggu (16/8). Kementerian Kesehatan Indonesia telah mengerahkan tim medis dan tim penanganan krisis untuk mendukung layanan kesehatan di wilayah-wilayah yang terdampak gempa.

Saat mengunjungi rumah sakit setempat, Wakil Menteri Kesehatan Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, mengapresiasi komitmen para tenaga medis dan menyatakan bahwa pemerintah Indonesia akan mengalokasikan sumber daya bantuan bencana sesuai dengan kebutuhan spesifik di wilayah-wilayah terdampak.

"Bahkan dalam situasi seperti ini, tenaga medis tetap menjalankan standar pelayanan. Pasien tidak dirawat di dalam gedung, melainkan di tenda-tenda dan lorong rumah sakit, termasuk mereka yang dalam kondisi kritis. Saya sangat menghargai para tenaga medis ini. Kami akan memberikan bantuan sesuai kebutuhan setempat, serta memastikan bahwa seluruh dukungan tersebut tepat sasaran dan efektif. Apa pun yang dibutuhkan, akan kami kirimkan secepat mungkin," ujarnya.